Politik & Hak HUKUM Gubernur Papua Barat Harus dilindungi

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Seperti yang dilansir media belum lama ini terkait pemanggilan Gubernur Papua Barat oleh KPK untuk memberikan keterangan sebagai Saksi dalam kasus suap Wahyu Setiawan.

Menurut Wakil ketua DPD – Komite Pemuda Pembangunan Indonesia Timur (KP2IT) Papua Barat, Roby A Louhenapessy bahwa DPP KP2IT menilai pemanggilan Gubernur Papua Barat itu jika sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme panggilan maka secara etika hukum di Indonesia sudah pasti di taati dan menjadi pertimbangan bagi siapapun untuk menjadi saksi termasuk Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

” Panggilan menjadi saksi tersebut dalam rangka mengungkapkan Upaya pemberian gratifikasi itu terkait proses seleksi Calon Anggota KPU Daerah Provinsi Papua Barat periode tahun 2020 – 2025, “tutur Roby A Louhenapessy Kepada media ini melalui Press Release tertulis yang dikirim melalui aplikasi Whatsapp Sabtu (28/6/2020).

Dikatakan Roby Louhenapessy bahwa pemanggilan Gubernur Papua barat itu karena beliau namanya terungkap dalam berkas dakwaan JPU bahwa  disebutkan, uang dari Dominggus itu diterima melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Lalu uang Rp 500 juta tersebut diberikan melalui transfer antarbank. Wahyu Setiawan meminjam rekening istri dan sepupunya bernama Ika Indrayani

Maka kata Roby Louhenapessy, dalam rangka pembuktian sebuah kebenaran hukum dalam mengungkapan persoalan hukum dalam perkara itu maka dipandang perlu pak gubernur Papua barat dipanggil oleh KPK dalam sidang keterangan saksi nanti.

Lanjutnya, tapi menurut kami KP2IT peristiwa kejadian wahyu setiawan ini harus sesuai dengan kronologis hukum yang jelas dan jangan sampai kabur, jika panggilan KPK kepada Bapak Gubernur Papua Barat harus sesuai dengan fakta dan bukti hukum yang jelas.

” Karena menurut kami, keterangan terdakwa maupun saksi dalam persidangan itu perlu di-cross check examination dari sisi hukum pidana untuk dinilai keabsahan dan legitimasi keterangannya,”terang Roby.

Maka kami KP2IT menyarankan kepada KPK untuk melindungi hak dan kewajiban bapak gubernur Papua Barat Hak dan kewajiban saksi, dimana menurut Undang-undang nomor 13 tahun 2006 pasal 5, menyebutkan
beberapa hak saksi (termasuk korban),
yaitu: diantaranya memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga dan harta bendanya, serta bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya. Ikut serta dalam proses memilih dan menentukan bentuk perlindungan dan dukungan keamanan. Memberikan keterangan tanpa
tekanan. Mendapat penerjemah. Bebas dari pertanyaan menjerat. Mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus. Mendapatkan informasi mengenai
putusan pengadilan. Mendapat nasehat hukum dan memperoleh bantuan biaya hidup
sementara sampai batas waktu
perlindungan berakhir.

Untuk itu Roby menambahkan, dalam pemanggilan Gubernur sebagai saksi dalam kasus persidangan Wahyus Setiawan di TIPIKOR oleh KPK tidak di dramatisir dan masuk pada unsur permainan politik.

” Kami berharap agar semua bersih karena kami tidak mau tokoh kami ini menjadi korban Politik oleh sekelompok orang untuk menjatuhkan wibawah dan karir bapak Dominggus Mandacan sebagai Gubernur Papua Barat, dan Kami berharap agar proses ini jauh dari unsur politik dan sesuai dengan mekanisme serta prosedur hukum yang pasti dan benar, “harap Roby Louhenapessy.

Roby menambahkan, KP2IT memandang perlu melindungi Gubernur Papua Barat, karena beliau adalah Tokoh Indonesia Timur yang saat ini karir politik beliau sangat bagus untuk memajukan provinsi Papua barat dan karena semua masyarakat Papua barat sangat menyukai beliau untuk menjadi pemimpin di provinsi Papua Barat, maka daripada itu KP2IT berharap agar Gubernur Dominggus Mandacan tidak menjadi korban politik dalam kasus ini. Karena setiap keterangan pelaku/terdakwa harus diperiksa Ekxeminasi Hukumnya berdasarkan fakat dan bukti hukum yang benar, “tambah Roby Louhenapessy lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *