LBH Gerimis : Mantan Ketua Harian KONI Pernah Tersangkut Korupsi, KONI PB Yang Baru Harus Transparan Berapa Puluh Miliar Hiba Yang Diterima Dari Pemprov

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,Honaipapua.com, -Wakil Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) Papua Barat, Jaden Dasnarebo, SH, mengatakan, anggaran Hiba untuk KONI Papua Barat cukup besar tetapi cuman 26 Cabor saja yang dikirim mengikuti PON di Papua, sementara 11 cabor kenapa tidak didaftarkan, berarti KONI Papua Barat belum tunjukkan kinerja selama ini.

Perlu diketahui bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan di PON Papua adalah 37 cabang olahraga diantaranya, Aerosport, Akuatik, Anggar, Angkat Berat, Atletik, Baseball, Bermotor, Biliard, Bola Basket, Bola Tangan, Bola Voli, Bulutangkis, Catur, Cricket, Dayung, Gulat, Hockey, Judo, Karate, Kempo, Layar, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Rugby, Selam, Senam, Sepak bola, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Taekwondo, Tarung Drajat, Tenis, Tinju, dan Wushu.

” Berarti KONI Papua Barat selama ini belum transparan Soal anggaran Hibah yang dikucurkan Pemprov Papua Barat terhadap KONI Papua Barat, apalagi ketua harian KONI Papua Barat sendiri menyampaikan di media bahwa PON sebagai Agenda olahraga nasional harus dilaksanakan dengan Nurani, bersih, akuntabel tidak memperkaya diri, berarti KONI Papua Barat harus transparan soal anggaran hibah dari Pemprov kepada rakyat Papua Barat, “ujar Jaden Dasnarebo kepada media ini Senin (11/8).

Ini Jamannya transparan, seharusnya KONI Papua Barat berani terbuka agar masyarakat di Papua Barat tahu berapa anggaran yang dikucurkan oleh Pemprov Papua Barat terhadap KONI Papua Barat, mengingat tahun 2019 anggaran hibah telah dikucurkan kepada KONI Papua Barat sebesar 30 miliar, sedangkan belum untuk hibah tahun 2020, 2021 itu juga belum termasuk hibah untuk anggran perubahan ini yang seharusnya pengurus KONI Papua Barat transparan apalagi ketua Umum KONI Papua Barat adalah Gubernur Papua Barat sendiri.

Mengenai tanggapan balasan yang disampaikan dibeberapa media oleh Ketua Monev Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat Lodwiek Akwan yang mengatakan bahwa Direktur LBH-Gerimis Papua Barat Yosep Titirlolobi jangan berkoar-koar tanpa bukti tentang KONI Papua Barat. ” Saya mau jelaskan bahwa tentu itu melalui kajian dan bukti yang akurat sehingga bisa disampaikan ke publik, “ungkap Jaden Dasnarebo.

Jangan berbangga diri dengan mengatakan bahwa KONI Papua Barat siap mengirim 26 cabang olahraga untuk berlaga di PON Papua. ” Bagi saya, itu bukan suatu prestasi yang dibanggakan, mengigat di PON Papua ada 37 cabang olahraga yang di pertandingkan, pertanyaannya kenapa 11 cabang olahraga tidak didaftarkan dan kenapa cuman 26 cabor mewakili Papua Barat saja yang didaftarkan padahal anggaran Hibah KONI Papua Barat cukup besar, apalagi Ketua Umum KONI Papua Barat adalah Gubernur Papua Barat sendiri, ” tutur Jaden.

” Apalagi sejarah mencatat dan masyarakat Papua Barat belum bisa melupakan bahwa salah satu mantan ketua harian KONI Papua Barat pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi yang merugikan negara sebesar 27 Miliar dalam pembangunan Kantor KONI Papua Barat untuk tahun anggaran 2012 dan 2013 sebesar 43 Miliar dimana diketahui bahwa pembangunan gedung KONI ternyata hanya 16 Miliar, jadi Ketua harian KONI Papua Barat dan Ketua Moniv KONI Papua Barat jangan kebakaran jenggot, “tambah Jaden Dasnarebo lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *