LBH-GERIMIS : Diduga Puluhan Gaji Staf Honor Fiktif Di MRPB Dikorupsi Dan SK 44 Staf honor Gajinya di Sunat Selama 2021

Tipikor
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH-GERIMIS) Papua Barat Yosep Titirlolobi, SH kepada Media ini mengatakan bahwa ada dugaan indikasi korupsi selama tahun 2021 yang telah dimainkan oleh oknum-oknum yang menjabat di kantor sekretariat MRPB

Kata Yosep, pihaknya telah mendapatkan informasi dan data bahwa staf honor yang bekerja di Majelis Rakyat Papua Barat 74 orang tetapi yang sebenarnya yang memiliki SK honor cuman 44 orang, dan mereka yang dibayarkan gajinya oleh negara selama satu tahun ini seharusnya 44 staf honor tetapi selama ini dimainkan oleh oknum-oknum di sekretariat MRPB sehingga negara harus membayar gaji honerer Fiktif 30 orang yang seharusnya tidak perlu dibayar oleh negara, ungkap Yosep.

Menurut Yosep, Polda Papua Barat dan Kejati harus turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dan penggelapan di sekretariat MRPB yang telah dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab didalam tubuh MRPB soal pembayaran gaji honor Fiktif.

Untuk itu, LBH Gerimis meminta kepada Ketua Lembaga Kultural Majelis Rakyat Papua Barat Maxsi Nelson Ahoren untuk segera mengambil tindakan dan  melakukan investigasi terhadap Lembaga ini, sehingga lembaga kultur  yang mulia ini tidak tercoreng oleh ulah oknum-oknum yang mencari keuntungan di tubuh MRPB mengingat lembaga MRPB adalah lembaga yang sangat dihormati oleh masyarakat yang mendiami provinsi Papua Barat.

Mungkin Ketua dan para anggota MRPB tidak tahu persoalan ini, tetapi saran saya seharusnya Ketua MRPB Papua Barat segera mengambil langkah pencegahan sebelum kami laporkan hal ini ke institusi penegak hukum, bahwa ada oknum-oknum yang bekerja di kesektariatan MRPB yang di duga telah menyunat Gaji-gaji honorer 44 orang yg di SK kan menjadi staf honor di MRPB dan telah merekayasa honorer yang seharusnya 44 orang tetapi digelembungkan menjadi 74 staf honor, kata Yosep.

Lanjut Yosep, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa MRPB telah membiarkan honerer Fiktif ini dibayarkan gajinya selama hampir satu tahun terhitung dari tahun 2021 dimna setiap bulan mereka menerima gaji dan bisa jadi ini diduga dibiarkan sudah cukup lama dan saya yakin ketua MRPB pasti tidak tahu.

“Jadi begini laporan sekretaris MRPB bawah ada 74 staf honor di kantor MRPB padahal yang bekerja atau honor dan memiliki SK untuk menjadi staf honor di MRPB cuman 44 orang, karena laporannya 74 orang maka negara menganggarkan anggaran untuk membayar gaji 74 orang pertahun, padahal seharusnya negara membayar gaji staf honor seharusnya yang benar adalah 44 orang, pertanyaannya selama satu tahun ini negara telah dirugikan dengan membayar gaji 30 staf honor Fiktif selama ini, yang sebenarnya itu tidak ada,” ujar Yosep Titirlolobi.

Dan lebih lucunya lagi informasi yang kami dapat adalah gaji staf honor di MRPB untuk tahun 2021 cuman di bayar 11 bulan saja sedangkan yang dua bulan tidak dibayar sama sekali dengan alasan yang tidak jelas kepada 30 staf honor yang dilakukan oleh oknum sekretariatan yang memiliki jabatan di MRPB, tegas Yosep, yang juga berprofesi sebagai pengacara.

” Dimana berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) bahwa mereka yang menjadi staf honor di MRPB berdasarkan gaji sesuai dengan ijasahnya dimana Mereka yang masuk menjadi honor dengan ijasah D3 gajinya, 2,2 juta dan mereka yang masuk dengan ijasah S1 digaji 2,3 juta sedangkan mereka yang masuk dengan ijasah SMA digaji 2, juta ditambah sekuriti dan cleaning service masing-masing digaji 1 juta, “ungkap Yosep.

” Data yang kami miliki bawah oknum yg memiliki jabatan di sekretariat MRPB telah meminta kepada para staf honor 44 orang pada tanggal 30 bulan Desember 2021 tahun kemarin, bahwa oknum tersebut akan membuat surat pemberhentian/pemecatan kepada 44 staf honor agar tidak tercium oleh penegak hukum

Padahal mereka yang bekerja sebagai staf honor 44 orang ini memiliki Sk dan tidak ada aturan seperti begitu dan setahu saya SK itu memiliki umur ketika SK itu umurnya selesai maka secara otomatis para staf honor itu hubungan kerja di MRPB juga selesai, “beber Yosep.

Yosep menambahkan, LBH Gerimis juga memiliki bukti Daftar hadir 74 para staf honor yang bekerja di MRPB dan juga SK 44 staf honor dimna Daftar hadir tersebut ada nama 74 orang tetapi yang bekerja dan memiliki SK cuman 44 Orang dan 30 staf honor yang lain tidak bekerja dan diduga Fiktif. (***)

1 thought on “LBH-GERIMIS : Diduga Puluhan Gaji Staf Honor Fiktif Di MRPB Dikorupsi Dan SK 44 Staf honor Gajinya di Sunat Selama 2021

  1. Kepada Penegak Hukum silahkan mengambil tindakan tegas kepada pejabat yang melakukan tindakan tidak terpuji dikalangan MRPB dan proses sesuai hukum yang berlaku 🙏🏽🙏🏽

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *