Kasus Al Hijrah, Kejaksaan Tetapkan ATS Sebagai Tersangka

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah berproses kurang lebih dua pekan, akhirnya Kejaksaan Negeri Kaimana menetapkan tersangkan dugaan korupsi Masjid Al Hijrah kampung Karawawi Buruway, Senin (12/4).

Penetapan tersangkan ini juga dipublikasikan melalui siaran pers yang ditanda tangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana, Sutrisno Margi Utomo,SH.MH, dengan Nomor : PR-05/R.2.14/Kph.3/04/2021 perihal penetapan tersangka dugaan penyalahgunaan dana hibah pembangunan Masjid Al-Hijrah Karawawi Distrik Buruway Kabupaten Kaimana yang berasal dari APBD Kabupaten Kaimana Tahun Anggaran 2020.

“Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kaimana berdasarkan dua alat bukti yang cukup sesuai ketentuan pasal 184 ayat 1 KUHAP, telah menetapkan ATS sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan dana hibah pembangunan Masjid Al-Hijrah Karawawi Tahun Anggaran 2020, berdasarkan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) dari Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana selaku penyidik Nomor:01/R.2.14/Fd.1/04/2020 tanggal 12 April 2021,” ungkap Kajari Kaimana, Sutrisno Margi Utomo, SH,MH.

Tersangka ATS adalah Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Hijrah Karawai, diduga telah menerima dana hiibah pembangunan Masjid Al-Hijrah Kampung Karawawi yang bersumber dari APBD Kabupaten Kaimana Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 250.000.000,-, namun diduga tidak menggunakan dana hibah yang diterima sesuai dengan peruntukannya sehingga telah merugikan Negara setidak-tidaknya sejumlah tersebut.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal Primair: Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001. Subsidiair: Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001. Lebih Subsidiair: Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, tersangka ATS langsung ditahan pihak kejaksaan karena ada kekhawatiran tersangka melarikan diri.

“Untuk kelancaran proses penyidikkan serta dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, maka penyidik kejaksaaan negeri Kaimana berpendapat untuk melakukan penahanan terhadap tersangka ATS berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Kaimana selaku penyidik Nomor: 01/R.2.14/Fd.1/04/2020 tanggal 12 April 2021 selama 20 hari kedepan terhitung mulai tanggal 12 April 2020 sampai dengan 01 Mei 2021, dimana penahanan terhadap tersangka tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kaimana., Dicky Wahyu, SH. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *