Kabid Humas Polda PB : Kampus Werisar Mangkrak ” Ia benar, Tim Tipikor telah periksa sejumlah Saksi termasuk Bupati “

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Terkait dengan pengelolaan dana hibah dari APBD pemerintah Kabupaten Sorong Selatan tahun 2017-2018 dan 2019 telah dikucurkan ke Yayasan Tipari Teminabuan untuk membangun Universitas Werisar yang hingga saat ini hanya berdiri fondasi dan tiang pilarnya saja alias mangkrak.

Nampak tiang-tiang kampus Werisar yang dikerjakan tidak selesai sejak tahun 2017 silam di Temimabuan.

Berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sprin.Lidik/105 a/XI/Res.3.3/2021/Ditreskrimsus, tanggal 15 November 2021 unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Papua Barat telah melakukan pemerikaaan sejumlah saksi-saksi Yayasan atas kasus dugaan Korupsi Dana Hibah Yayasan Tipari termasuk Bupati Kabupaten Sorong Selatan Samsudin Anggiluli.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi.SIk.MH

” Ia..Benar bahwa saat ini Ditreskrimsus Polda Papua Barat sedang menangani perkara penyalahgunaan dana hibah Yayasan Tipari dan masih dalam tahap Penyelidikan, “ujar Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi.SIk.MH, saat dikonfirmasi media ini via telepon selulernya, Senin (6/12).

Dikatakan Kabid Humas bahwa saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi, ” termasuk Bpk Samsudin Angiluli, “singkatnya.

Menurut informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya yang enggan namanya dimediakan bahwa awalnya kasus ini dilidik oleh pihak Kejaksaan Negeri Sorong, entah bagaimana, diambil oleh Polres Sorong Selatan ditangani dengan dilakukan penyelidikan, setelah itu, saat ini mulai diambil alih lagi oleh unit Tipikor Polda Papua Barat.

” Harapan saya selaku masyarakat yang peduli akan pembangunan yang berada di Kabupaten Sorong Selatan berharap agar aparat penegak hukum yang dipercayai sebagai pengayom masyarakat, dapat menyelesaikan kasus ini hingga tuntas ke meja hijau, karena dana masyarakat telah disalah gunakan, buktinya kampus Werisar sampai saat ini tidak selesai dikerjakan, dan menurut informasi yang saya peroleh kampus tersebut melaksanakan aktifitas diduga tidak ada ijin operasionalnya, dan dana APBD sudah dikucurkan kepada pihak Yayasan yang diduga ketua Yayasannya adalah istri Bupati sendiri, dan Bupati suaminya diduga sebagai Pembina, “tuturnya singkat. (***)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *