Kabid Bina Marga PU Raja Ampat Ditahan Kajati Papua Barat

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Kajati Papua Barat Dr. W. Lingitubun didampingi Wakajati PaBar Witono, SH., MHum dan Aspidsus Kejati PaBar Syafiruddin, SH., MH melaksanakan siaran Pers terkait Penetapan dan Penahanan Tersangka Tipikor di Aula Kejati Papua Barat Manokwari, 15 Februari 2021. Demikian disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Papua Barat, Billy Wuisan.SH, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Selasa, (16/2/2021).

Dikatakan Billy Wuisan.SH, bahwa Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua Barat telah melakukan penahanan terhadap tersangka MNU selaku PNS menjabat Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Raja Ampat dan PPK terkait dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan Septic Tank Individual di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Raja Ampat Tahun Anggaran 2018 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 7.062.287.000,- yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kab. Raja Ampat, dengan pelaksana pekerjaan PT.Arga Papua Jaya dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara senilai Rp. 4.112.640.278,61 sebagaimana diatur dalam primer pasal 2 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider pasal 3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Billy Wuisan menambahkan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Nomor Prin- 01/R.2/Fd.1/6/2020 tanggal 9 Juni 2020 dan alat bukti yang cukup maka MNU ditetapkan status dari saksi menjadi tersangka selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik pada Aspidsus Kejati Papua Barat setelah itu tersangka diperiksa kesehatan dan dinyatakan sehat kemudian untuk mempercepat proses penanganan perkara tersebut dipersidangan, tersangka dilakukan penahanan dengan jenis tahanan Rutan selama 20 hari mulai tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan tanggal 6 Maret 2021 di Lapas Kelas II b Manokwari. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *