Besok Sidang Praperadilan Bansos Haji Dilanjutkan dengan Agenda Pemeriksaan Bukti Surat

Tipikor
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Setelah ditunda pelaksanaan sidang yang rencananya akan dilakukan pada Senin 7 Juni 2021 kemarin, maka sidang pra peradilan kasus bansos haji tahun 2011/2012 yang diajukan oleh dua tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Polres Kaimana, AHK dan A, akhirnya dibuka, Selasa (7/6) dengan agenda pembacaan permohonan oleh kuasa hukum pemohon dan juga pembacaan eksepsi atau jawaban termohon.

Salah Satu Foto Sidang Perdana Pra Peradilan Kasus Haji Kaimana

” Hari ini agendanya adalah pembacaan permohonan oleh kuasa hukum pemohon dan pembacaan eksepsi atau jawaban oleh kuasa hukum termohon. Lalu kuasa hukum pemohon menjawab secara lisan dan akan dijawab dupliknya besok. Sehingga agenda sidang besok ini dengan agenda duplik dari kuasa hukum termohon dan dilanjutkan dengan pemeriksaan bukti surat dari kuasa hukum pemohon, ” ungkap Humas Pengadilan Negeri Kaimana, Yudita Trisnanda, SH saat dikonfirmasi usai sidang perdana pra peradilan di Pengadilan Negeri Kaimana.

Sementara itu, kuasa hukum pemohon, Jahot Lumban Gaol, SH.MM ketika dikonfirmasi usai sidang perdana mengatakan bahwa, kedua pemohon harusnya tidak ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, dari seluruh dana hibah haji tersebut semuanya sudah diserahkan kepada travel agen yang saat ini sudah sebagai terpidana.

Sesuai dengan materi KUHAP yang kita ajukan dalam pra peradilan adalah penetapan tersangkanya. Bahwa menurut kami, itu tidak sah yang dilakukan oleh pihak penyidik. Sehingga kita ada upaya untuk melakukan pra peradilan dan ini resmi, sesuai dengan aturan yang ada di dalam KUHAP. “Jadi, nanti tergantung hakim yang menilai, sah atau tidaknya penetapan tersangka itu. Tapi ini kan media untuk kita melakukan pra peradiulan menyangkut hak asasi tersangka,” ungkapnya.

Menurutnya, fakta persidangan saat sidang bagi pihak travel agen tersebut bahwa, kedua pemohon tidak dikatakan menikmati dana bansos haji ini. Sehingga pihaknya dalam hal ini kuasa hukum pemohon dalam dalilnya meminta kepada hakim agar, kasus yang melibatkan dua pemohon ini tidak lagi dilanjutkan.

Pokok dari perkara ini kan dana haji. Bahwa, sesungguhnya kerugian Negara yang ditimbulkan oleh travel itu, sesuai dengan putusan pengadilan Tipikor Manokwari, putusan nomor enam dan tujuh, bahwa, kerguian Negara dibebankan kepada travel agen, yang saat ini sudah menjadi terpidana.
Sehingga tidak ada sangkut pautnya lagi dengan pemohon. Fakta dalam persidangan juga bahwa tidak ada yang mengatakan bahwa uang dana haji itu dinikmati oleh kedua pemohon. Sama sekali tidak ada dan itu adalah fakta persidangan. Jadi itu clear dan kerugian Negara kurang lebih tiga koma lima miliar lebih itu dibebankan kepada terpidana dalam hal ini pihak travel.

Selanjutnya, sidang berikutnya akan dilaksanakan besok, Rabu (9/6) pukul 09:00 WIT dengan agenda duplik dari kuasa hukum termohon (Kepala Kepolisian Resor Kaimana) Tim Bidkum Polda Papua Barat dan pemeriksaan bukti surat dari pemohon. Sidang perdana pra peradilan ini dipimpin oleh Hakim Tunggal yakni Dinar Pakpahan, SH.MH, dan sidang ini akan diselesaikan dalam kurun waktu 7 hari kerja, sesuai aturan yang berlaku. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *