POSISI PEMUDA DALAM PERKEMBANGAN MODERNISASI (Refleksi Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020)

Sosok
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

POSISI PEMUDA DALAM PERKEMBANGAN MODERNISASI
(Refleksi Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020)

Oleh : Willyam Ngongira (Aktivis GMKI TOBELO)

“Pemuda adalah Tulang Punggung Bangsa!”, “Kita adalah Pemuda dan Pemuda adalah Kita!”, “Pemuda Ayo Bangkit!”, adalah kalimat-kalimat ‘tagline’ yang biasanya muncul di medsos (Facebook, Instagram, Whatsapp), dan sering diucapkan oleh masyarakat pada umunya, dan pemuda pada khususnya dalam suasana memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Namun, nampaknya ungkapan-ungkapan kalimat tersebut hanya sekedar ‘ungkapan simbolis’ yang sering diucapakan oleh setiap generasi tanpa memahami dan memaknai arti dari ungkapan-ungkapan kalimat itu. Padahal ungkapan-ungkapan kalimat tersebut memiliki makna mendalam yang seharusnya terpatri dalam diri setiap pribadi generasi muda khusunya, dan harus melakukan makna dari kalimat-kalimat tersebut pada praktek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melihat realitas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang semakin laju berkembang dan dibarengi dengan perkembangan modernisasi yang terus merambat dan membawa perubahan-perubahan bagi tatanan sosial kehidupan bermasyarakat, dari tradisional menuju ke masyarakat modern. Perkembangan modernisasi ini menuntut pemuda untuk dapat memaknai dan melakukan makna dari ‘ungkapan simbolis’ tersebut sebagai upaya adaptasi yang aktif untuk menopang perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat tradisional menuju tatanan masyarakat modern. Jika tidak, maka jangan heran jika ‘ungkapan simbolis’ itu hanya menjadi kalimat tanpa arti yang selalu mengungkap posisi pemuda pada tanggal 28 Oktober di setiap tahun berganti.
Posisi pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga mengungkap dimana posisi negara pada perkembangan modernisasi. Maka posisi pemuda bukan hanya sebatas ‘ungkapan simbolis’ yang sering mucul pada tanggal 28 Oktober, tetapi posisi pemuda adalah posisi sebagai “Penopang Bangsa”. Mengapa? Karena “Pemuda adalah Tulang Punggung Bangsa!”. Posisi pemuda juga adalah sebagai “Pembangkit dan Pendorong Semangat Bangsa”. Mengapa? Karena “Kita adalah Pemuda dan Pemuda adalah Kita”, maka “Pemuda Ayo Bangkit!”.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *