Bupati Freddy: Harus ada Pengawasan Ketat Kepada Pekerjaan Pihak Ketiga

Sosok
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Imbas dari beberapa pekerjaan atau proyek yang dikerjakan oleh pihak ketiga dibeberapa kampung yang ada di Kaimana, maka Bupati Kaimana, Freddy Thie meminta kepada seluruh OPD untuk meningatkan pengawasannya.

Menurutnya, pekerjaan yang tidak diselesaikan ini karena kurang ada pengawasan yang ketat dari OPD.
Dari beberapa kunjungan kita pada waktu pilkada itu, banyak kegiatan di kampung-kampung yang belum selesai dikerjakan.

” Bapak ibu basudara juga bisa lihat di media sosial, lebih khusus di media berita, informasi yang dipublikasikan ke public melalui media itu bahwa, ada beberapa kegiatan, baik pendidikan, kesehatan dan yang lainnya mengalami hal yang sama, “ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar peran dari Inspektorat dimaksimalkan dalam melakukan pengawasan dan control. Kami harapkan kedepan, fungsi pengawasan ini benar-benar menjadi perhatian kita semua. Kami juga berharap kepada Inspektorat agar bisa melakukan pengawasan yang optimal, sebagai salah satu OPD yang melakukan pengawasan internal.

” Sehingga masalah-masalah yang sudah terjadi ini tidak lagi terjadi di tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang, pungkasnya.
Sementara itu, Frans Amerbay, SE, salah satu anggota DPRD Kaimana dari Fraksi Partai Golkar juga berharap agar pengawasan melekat dari OPD teknis harus benar-benar dilaksanakan secara optimal. Ada beberapa pekerjaan di kampung yang sampai hari ini belum diselesaikan, dengan berbagai macam alasan. Walaupun pekerjaan belum diselesaikan atau belum sampai seratus persen, tetapi anggarannya sudah dicairkan seratus persen. Ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak optimal, “ungkapnya.

Frans juga menegaskan bahwa salah satu penyebab pekerjaan tidak diselesaikan tersebut karena perencanaan yang tidak dilakukan dengan matang. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab. Karena ada pekerjaan yang dikerjakan tapi belum selesai, dan alasan yang diberikan adalah anggaran tidak cukup. Ini berarti, perencanaan tidak dilakukan dengan matang.

” Harusnya pada saat perencanaannya harus sudah biisa kelihatan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini dan itu, “ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, pihak ketiga juga harus tegas ketika melobi proyek atau pekerjaan. Alasan dari pihak ketiga bahwa anggarannya tidak cukup. Kalau sudah tahu anggarannya tidak cukup, kenapa mesti ambil pekerjaan itu. Nanti setelah berjalan dan tidak selesai, lalu mulai memberikan alasan bahwa anggaran yang disediakan tidak cukup. Perencanaan yang dilakukan juga harus dilakukan dengan matang, karena harga material yang ada di kota mungkin tidak sama dengan harga material yang ada di kampung-kampung.

” Sehingga kami berharap, kedepannya perencaan yang dilakukan oleh masing-masing OPD bisa dilakukan dengan optimal. Kalau pekerjaan sudah jalan, maka pengawasan juga harus dilakukan, karena pengawasan melekat ada dimasing-masing OPD, ” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *