Bekerja Dengan Hati Dan Tanpa Perbedaan, FM Hadiri Pembongkaran Teras Dan Menara Lonceng Gereja Lahairoi Yenwaupnor

Sosok
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waisai,Honaipapua.com, -Sebagai wakil rakyat tentunya, mendengar dan melihat apa yang di sampaikan oleh rakyat. Bahkan wakil rakyat yang bukan wilayah konstituennya namun rasa memiliki dan dengan kerendahan hati serta merasa terpanggil sebagai wakil rakyat bisa bersama-sama menyaksikan pembongkaran teras gereja dan menara gereja Lahairoi Yenwaupnor Distrik Meosmansar untuk selanjutnya akan di renovasi.

Fahmi Macab,SE saat diantar dengan tari-tarian

Anggota DPRD tersebut merupakan putra asli Missol, Fahmi Macab SE, yang diundang secara khusus oleh panitia pembangunan gereja Lahairoi Yenwaupnor guna menyaksikan secara langsung pembongkaran teras dan menara lonceng gereja.

Fahmi Macab, SE yang mempunyai daerah pemilihan (Dapil IV) saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Raja Ampat tidak merasa bangga diri ketika diundang sebagai tamu khusus dalam kegiatan gerejawi, bahkan beliau dengan hati yang tulus menghadiri momen penting itu.

Fahmi yang juga sebagai ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Raja Ampat menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan masyarakat yenwaupnor atas penghargaan yang diberikan kepadanya menghadiri kegiatan tersebut

” Penghargaan yang tulus kepada masyarakat dan jemaat GKI Yenwaupnor, karena telah mengundang saya secara khusus menyaksikan pembokaran teras dan menara lonceng Gereja, “ujar FM sapaan akrabnya kepada media.

Menurutnya, pembangunan rumah-rumah ibadah adalah suatu perwujudan visi dan misi pemerintah daerah, disamping itu dengan kehadirannya di Kampung ini merupakan suatu tanggung jawab besar yang harus dilakukan.

Dan juga sebagai anggota DPRD Raja Ampat lanjut Fahmi dimana saja berada, walaupun bukan daerah pemilihan, tapi kalau masyarakat membutuhkan kita, kita harus bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati, karena dari mereka lah kita bisa seperti begini.

Dikatakannya, masyarakat Raja Ampat dari Utara, selatan, timur hingga barat, memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, karena dari dulu nenek-nenek moyang telah hidup berdampingan. Untuk itu, dengan melihat dan mencermati hal itu, kita sebgai generasi penerus, harus benar-benar membuat suatu hal yang nyata dan positif ditengah-tengah masyarakat. Ingat” bekerja dengan hati dan hidup tanpa perbedaan”. Akan membuat kita semakin paham akan arti hidup ini.

Pantauan media dilapangan, kehadiran Pace FM di Kampung Yenwaupnor dijemput dengan penuh sukacita. Tari-tarian dari masyarakat mulai dari jembatan mengantar beliau hingga ke depan gereja Lahairoi Yenwaupnor tempat dimana kegiatan tersebut berlangsung. (cak)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *