Yunus Saflembolo-Alexander Dedaida Hadiri Acara Peresmian Tugu PI Ferdinand Momot

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorsel,Honaipapua.com, -Plt.Bupati Kabupaten Sorong Selatan Matrhinus Salamuk, secara resmi meresmikan Tugu Pekabaran Injil “Ferdinand Momot” yang berada di Dusun Arsoy Makambar jemaat GKI Paulus Sayal Klasis GKI Teminabuan Distrik Saifi.

Plt.Bupati Kabupaten Sorong Selatan Marthinus Salamuk menggunting pita Tugu sekaligus pendatanganan prasasti Tugu pekabaran injil, dalam sambutannya mengatakan, semoga kedepan masyarakat diberkati dan diberikan berkat oleh Tuhan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ketua Klasis Teminabuan, Timotius Sagisilo.S.Ssi bersama hamba Tuhan dan guru jemaat melakukan setelah melakukan pentabisan Tugu, dalam sambutannya, mengatakan beberapa poin sekaligus sebagai pesan kepada pemerintah daerah dan jemaat bahwa hari ini kita semua ada disini bukan karena kuat dan gagah sebagai manusia tetapi atas penyertaan Tuhanlah yang berkehendak atas semua pelayanan.

” Saya selaku ketua Klasis, patut mengapresiasi keluarga Ferdinand Momot yang dengan swadaya bisa membuat Tugu sebagai bentuk sejarah peninggalan orang tua atau pendahulu yang telah membawa dan menyebarkan ajaran firman Tuhan injil diajarkan kepada masyarakat, “ucapnya.

Lanjut ketua Klasis, ada beberapa tempat situs sejarah keagamaan yang belum dijadikan sebagai tempat sejarah di Sorong Selatan, seperti di kawasan pasar Ampera itu diabaikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga boleh dikatakan secara nyata pasar tersebut sudah terjadi kebakaran hingga beberapa kali, hal ini merupakan suatu pertanda yang harus disikapi baik terlebih para calon Bupati dan Wakil Bupati.

Ketua panitia sekaligus cucu dari Guru Jemaat Ferdinad Momot, Semuel Momot membacakan selayang pandang Injil 27 Januari 1927 sampai 1939 mulai merambah ke pesisir, selaku anak, cucu dan cece tekad untuk membuat suatu bukti agar Gereja mengetahui sejarah.

Sementara Yunus Saflembolo.SE.MTP yang merupakan anak asli Tehit yang diundang bersama calon Wakil Bupatinya Alexander Dedaida sekaligus diberi kesempatan untuk menghadiri acara peresmian Tugu PI tersebut, menyampaikan, kita harus saling mengakui siapa yang duluan tiba, siapa yang kemudian dan siapa yang terkemudian, sehingga betul-betul kita bisa menerapkan siapa pemilik hak ulayat sebenarnya.

” Dan sebagai generasi anak muda yang cukup berpengalaman di pemerintahan maka saya mohon doa restu kepada masyarakat yang berada di kabupaten Sorong Selatan untuk kita berkomitmen harus tanah Tehit ada perubahan, kita tidak boleh dipimpin oleh orang lain lagi, kita punya jati diri dan harga diri, kita sudah pintar, SDM kita sudah cukup mapan untuk jadi pemimpin, apalagi jadi pemimpin ditanah kita sendiri, sehingga kita pakai bahasa ibu yang bisa saling mengerti maka kita harus bersatu baru bisa ada perubahan, sebaliknya kalau kita terpecah-pecah, tanah Tehit tidak bisa berkembang dengan baik, “tutur Yunus Saflembolo.

Yunus Saflembolo menambahkan, apa yang disampaikan oleh ketua Klasis terkait tempat situs sejarah keagamaan, kedepan kalau didukung oleh masyarakat maka hal tersebut akan menjadi prioritas.

” Saya jabat Kepala Bappeda selama 16 tahun, sehingga terkait pembangunan tidak diragukan lagi, sehingga sekali lagi saya mohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat agar anak Tehit bisa memimpin daerahnya sendiri, jangan karena uang seratus, dua ratus atau jabatan, sesama anak Tehit tidak bersatu, “tambahnya. (***)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *