Wisatawan Asing Diduga Hilang Di Hutan Konservasi Alam Raja Ampat

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Ampat,Honaipapua.com, -Seorang WNA asal Swiss bernama, Aurélien Robert, dilaporkan tersesat dan kehabisan makanan di hutan konservasi distrik Misool, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, pada Jumat (06/10/2019).

Dari informasi yang didapatkan media ini, WNA asal Swiss ini memiliki ciri-ciri, tinggi badan 1.80 -1.89 cm, jenis kelamin pria, black hair, warna kulit : campuran African/ European – light brown. pria kelahiran Swiss 15 April 1983, dan beralamat di 1295 Mies, Switzerland, Swedia.

Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan (SAR) Sorong, Sunarto menjelaskan, WNA asal Swiss tersebut sebelumnya dilaporkan sedang melakukan perjalanan di hutan Pulau Misool dimana lama perjalanan selama 10 hari, lalu pada hari kedelapan yang bersangkutan sudah tidak lagi dapat melanjutkan perjalanan karena bekal perjalanan baik makanan dan minuman telah habis.

Sehingga yang bersangkutan dengan menggunakan siaran darurat melalui handphone satelit melaporkan kondisi itu ke pihak 911 atau panggilan darurat internasional. Setelah itu barulah dari pihak emergency 911 melanjutkan laporan tersebut kepada kami kantor pencarian dan pertolongan Sorong. Laporan tersebut telah kami tindak lanjuti dengan mengirimkan tim ke lokasi.

“Jadi gini, wisatawan itu melakukan perjalanan dari kampung gamta menuju kampung Akari diperkirakan perjalanan yang bersangkutan itu sepuluh hari dan pada hari kedelapan tepatnya pada Jumat, (4/10/2019) yang bersangkutan diduga sudah kehabisan bahan makanan dan minuman sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan sehingga kondisi itulah yang membuat WNA tersebut meminta di evakuasi, melalui siaran emergency EERCC 911 internasional kemudian dari pihak 911 melaporkan kepada kita SAR Indonesia dan selanjutnya kami menindaklanjuti laporan tersebut.

Jadi pada hari Jumat itu kami mendapat laporan, selanjutnya setelah mendapat laporan, kami langsung mengirimkan tim dengan kapal SAR, kapal Baladewa ke Misool, dan selanjutnya melakukan perjalanan ke hutan untuk melakukan pencarian sesuai titik koordinat yang dikirim oleh 911.” Jelas Sunarto kepada MNC media group melalui sambungan telepon seluler nya, Selasa (8/10/2019).

Hingga saat ini lanjut Sunarto, tim SAR Sorong masih melakukan perjalanan menuju lokasi tersesatnya WNA asal Swiss tersebut. Diharapkan hari ini korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Untuk ditemukan, belum yah,ini tim dari Basarnas lagi menuju ke lokasi titik koordinat keberadaan orang tersebut. Namun belum sampai di tujuan. Lokasinya kan di hutan, jadi tim SAR dari Sorong kan kemarin itu, mereka sampai ke kampung Akari, lalu jalan kaki lagi ke lokasi,yah saya berharap beberapa jam lagi tim sudah tiba.
Jadi diperkirakan hari ini sudah nyampe mereka ke titik lokasi.”ungkap Sunarto.

Seraya menambahkan personel tim SAR yang dikerahkan ke lokasi terbagi dua tim dengan jumlah 6 orang.

“Personel SAR yang di kerahkan di lapangan itu 6 orang, jadi kemarin itu dua tim yang di turunkan, jadi tim pertama sudah kita ganti dengan tim kedua, tim kedua Inilah yang masih melakukan upaya untuk masuk ke lokasi WNA tersebut berjumlah 6 orang.”tandasnya.

Sementara itu, terkait hilangnya wisatawan asing asal Swiss di hutan konservasi, cagar budaya di kepulauan Missol Raja’Ampat , Kepala BKSDA Papua Barat, Basar Manulang mengaku telah berkoordinasi dengan pihak dinas pariwisata dan Polres Raja Ampat dan memang betul yang bersangkutan memasuki cagar alam dan itu telah melanggar aturan dan undang-undang serta hukum yang berlaku.

“Ya jadi kami sudah dapat informasi dan kami lakukan koordinasi dengan dinas pariwisata Kabupaten raja Ampat dan Polres Raja Ampat, memang betul ada yang di Missol (turis hilang di lokasi hutan konservasi), tapi dia masuk cagar alam, tidak boleh itu, dan itu melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1990.

Orang yang masuk ke kawasan cagar alam itu hanya untuk mau survei dan penelitian, bukan mau berwisata, makanya saya minta pihak polres melalui dinas pariwisata untuk tetap melakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan (WNA) tersebut.

Kita takutkan, negara, atau Daerah ini mempunyai kekayaan yang luar biasa dan dimasuki oleh orang asing, ini perlu kita waspadai, “tandasnya. (cas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *