Vakum Selama 5-6 Tahun, DPD-KNPI Raja Ampat Siap Gelar Musda II Untuk Pemilihan Ketua Defenitif

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waisai,Honaipapua.com, -Meskipun mengalami kevakuman kepengurusan selama 5 hingga 6 Tahun lamanya, caretaker Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Raja Ampat mulai tancap gas melaksanakan rapat Konsolidasi perdana bersama pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun potensi pemuda lainnya se – kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut berlansung dilantai dua, gedung Arcopora Cottage, Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat malam (17/09/2021) lalu.

Usai Rapat Konsolidasi Bersama dengan Carateker DPD KNPI Raja Ampat.

Selain berkonsolidasi, rapat tersebut juga bertujuan untuk melakukan koordinasi pendahuluan, agenda kerja Caretaker DPD KNPI kabupaten Raja Ampat, maupun lain-lain yang dianggap perlu terkait persiapan Caretaker menuju konsolidasi KNPI tingkat Distrik, dan Rapat Pimpinan (Rapim) hingga Musyawarah Daerah (Musda) Ke – 2 (dua) untuk melahirkan ketua difinitif DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat periode 2021-2024. Rapat itu dipimpin, Ketua Caretaker Raymon Karubaba didampingi Sekretaris Caretaker DPD KNPI kabupaten Raja Ampat, Azis Silehu, S.Tp dan jajaran lainnya.

Carateker DPD KNPI Raja Ampat. Raymon Karubaba

Raymon Karubaba, selaku Caretaker DPD KNPI kabupaten Raja Ampat, kepada awak media mengatakan, pelaksanaan pertemuan perdana ini pihaknya (Caretaker) mencoba mengkonsolidasi stakeholder pemuda untuk kesiapan baik itu, tahapan maupun kerja-kerja caretaker kedepan. Karena menurut Raymon, terdapat beberapa tahapan sebelum menuju Musda ke-dua DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat yang harus disiapkan terlebih dahulu diantaranya pertama, konsolidasi KNPI tingkat distrik, kedua, pembukaan pendaftaran OKP/i. Kemudian, ketiga masuk tahap Rapat Pimpinan (Rapim). Sambung dia, Peserta Rapim yang dilibatkan nantinya merupakan peserta terdiri dari OKP/i serta knpi tingkat distrik. Setelah itu, ketika Rapim kami akan menetapkan peserta lalu peserta tersebut yang nantinya menjadi peserta di pelaksanaan Musda.

DPD- KNPI Rapat Konsolidasi Dengan Unsus Kepemudaan Di Raja Ampat

“Jadi, Musda kedua KNPI Kabupaten Raja Ampat itu pada dasarnya tidak langsung dilaksanakannya Musda, Tetapi ada tahapan yang harus dilewati, dan itu merupakan tugas-tugas paling utama dari caretaker yakni melakukan konsolidasi KNPI tingkat distrik lalu pembukaan pendaftaran OKP/i selanjutnya Rapim sampai menuju ke Musda. Ketiga tahapan ini dilakukan agar publik bisa memahaminya dengan jelas,”terangnya

“Kami juga bersyukur pertemuan perdana dimalam ini bisa menghasilkan sebuah keputusan untuk segera dilakukan konsolidasi semua KNPI distrik sebagai caretaker KNPI ditingkat distrik untuk menuju Rapim dan Musda nanti. Jadi, kami sangat apresiasi terhadap semangat dan antusias stakeholder pemuda yang hadir malam ini,”imbuh Raymon. Seraya berharap kedepan pemuda lebih proaktif lagi terlibat bersama-sama dengan karateker untuk mensukseskan kerja tahapan Caretaker KNPI kedepan. Sehingga musda kedua ini tuntas dan kita bisa mempunyai ketua DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat yang definitif.

Raymon juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Raja Ampat yang cukup responsif dengan KNPI dalam hal ini Caretaker. Melalui komunikasi yang berjalan sangat cukup baik. Namun, tinggal bagaimana melakukan audens lagi karena sebelumnya pihaknya (Caretaker) sudah beberapa kali melakukan audens bersama pihak Pemda.”Pada prinsipnya Pemda tidak ada persoalan karena Pemda sendiri punya kerinduan agar kepemimpinan KNPI segera dibereskan maupun didefenitifkan. Sehingga potensi pemuda pada umumnya yang ada di Raja Ampat ini bisa terkoordinir dengan baik,”tuturnya

Raymon juga menyadari, kevakuman DPD KNPI kabupaten Raja Ampat yang diperkirakannya telah berjalan kurang lebih selama 5 hingga 6 Tahun ini. Untuk itu, dia-pun meminta kepada seluruh pemuda/i diwilayah kabupaten Raja Ampat tak perlu ditengok kembali. Karena, menurut hemat Raymon, persoalan yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu hanya menyita waktu saja. Sehingga, harus ditinggalkan dan mari bergandeng tangan bersama karateker untuk menatap kedepan.”Kita punya kerinduan yang sama agar KNPI ini harus jalan. Untuk itu, kita tidak usah melihat lagi masalah-masalah yang telah lewat. Masalah yang nantinya muncul lagi kita tidak perlu pusingkan tetap maju menatap kedepan,”ajak Raymon dengan penuh harap.

Sementara itu, rapat konsolidasi perdana yang dilaksanakan KNPI kabupaten Raja Ampat melalui caretaker bersama OKP/i dan potensi pemuda lainnya menuai tanggapan serta respon positif usai mengikuti pertemuan tersebut diantaranya, Umar Waillisa lewat keterangan persnya kepada awak media, ia mengapresiasi kesiapan karateker KNPI Kabupaten Raja Ampat dalam mengambil sebuah langkah maupun keputusan cepat dalam melaksanakan rapat konsolidasi perdana bersama para OKP/i dan sejumlah pemuda lainnya di Raja Ampat.

“Kesiapan KNPI kabupaten Raja Ampat melalui caretaker cukup diberikan respon positif. Karena kita ketahui bahwa, Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang cukup menjadi perhatian juga di prioritaskan pemerintah terutama pemerintah pusat. Karena itu, dibutuhkan peran serta pemuda untuk ikut mengawal kebijakan serta sanggup menghadapi ivent-ivent besar yang nantinya akan datang di Raja Ampat,”ujarnya

Disinggung keikutsertaan dirinya dalam bursa pencalonan Ketua DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat ketika menuju tahapan Musda kedua nanti, Umar lanjut mengaku, sempat berencana untuk ikut dalam bakal calon memperebutkan kursi kepemimpinan definitif DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat. Namun, niatnya itu hanya sebuah wacana saja.

“Kemarin, saya sempat mempunyai wacana untuk ikut maju dalam bursa bakal calon kepemimpinan (DPD KNPI kabupaten Raja Ampat), tapi melihat kondisi yang ada saat ini, saya lebih cukup mengambil bagian untuk mengorbitkan dan mensukseskan pemuda-pemudi yang merupakan putra-putri daerah yang mana berkemauan besar mau berproses lewat wadah KNPI ini. Adapun keputusan itu diambil sebagai bentuk terima kasih kita, dimana kita sudah berpijak dan bersama-sama mencari hidup disini (Raja Ampat),”tuturnya

Umar lanjut mendukung langkah-langkah dan agenda kerja Caretaker terkait tahapan-tahapan yang ada. Namun, ia mengharapkan adanya sinkronisasi antara pemuda di Raja Ampat bersama caretaker agar bersama mensukseskan jalannya konsolidasi KNPI di tingkat distrik selanjutnya menuju tahapan Rapim kemudian hasil Rapim dimatangkan lagi untuk menuju ke jenjang Musda kedua diantaranya, mencari ketua difinitif DPD KNPI kabupaten Raja Ampat.

Umar-pun tak pungkiri bilamana sebelumnya terjadi kevakuman DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat yang cukup lama. Namun untuk memberikan sebuah jaminan ataupun garansi apakah kedepan KNPI ini memiliki ketua difinitif serta berjalan baik. Menurutnya, semua itu kembali kepada kepentingan-kepentingan yang ada. Pasalnya, semakin banyak kepentingan pemuda Raja Ampat itu lebih baik. Akan tetapi, melalui kepentingan-kepentingan yang positif.

“Jika, itu kepentingan-kepentingan negatif yang mencederai KNPI dan pemuda Raja Ampat saya pikir mungkin kita tidak bisa mengakomodirnya. Dan yang kita akomodir adalah pemuda-pemudi yang betul-betul bisa membawa perubahan lewat organisasi ini yang lebih baik. Terkait masalah kevakuman KNPI itu menjadi tanggungjawab serta dosa bersama kita pemuda, karena membiarkan hal itu terjadi. Namun, untuk pendahulu-pendahulu kami cukup memberikan hormat karena mereka merupakan senior dan saatnya mereka menjadi penasehat bagi kami pemuda-pemudi milenial yang akan bangkit 5 hingga 10 tahun kedepan dengan keinginan yang begitu baik,”tandas Umar.

Diketahui bersama, kevakuman DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat, beberapa tahun terakhir diakibatkan adanya dualisme kemimpinan mulai dari DPP Hingga Kabupaten/kota di Papua Barat. Hal ini tentunya menjadi persoalan, karena antara satu pihak dengan pihak lainya mengklaim keabsahan KNPI yang dipimpinya

Disatu sisi adanya masalah kemanusiaan Covid-19 yang sedang melanda Indonesia, terlebih khusus Propinsi Papua Barat, mengakibatkan konsolidasi dari tingkatan atas hingga bawa mengalami kendala, hingga Musda pun diulur beberapa tahun terakhir ini. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *