Truck Pengangkut Kayu Dituding Sebagai ‘Biang Kerok’ Perusak Jalan

sorong raya
Bagikan berita ini
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Sorong, Honaipapua.com,-  Ruas jalan Arar dua jalur tahun 2017 lalu dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah II Sorong melalui kontraktor PT.Karya Utama Persada kini disoroti oleh masyarakat.

“ Selain masih dalam status pemeliharaan dan faktor cuaca, salah satu penyebab jalan rusak atau yang paling fatal adalah kendaraan yang melewati ruas jalantersebut sudah melewati kapasitas daya angkut. Demikian disampaikan Kepala Satker PJN wilayah II Sorong, Ir.Sukarman.ST.MT saat dijumpai awak media, Selasa (10/7) kemarin diruang kerjanya.

Dikatakan Sukarman, masyarakat wajar dalam memberikan kritikan melalui media, dengan tujuan agar dinas terkait dalam melakukan pengerjaan pembangunan infrakstruktur jalan dapat dilakukan secara baik dan benar. Akan tetapi masyarakat juga harus mengetahui bahwa ruas jalan Arar tersebut masih dalam tahap pengerjaan, sehingga kerusakan yang disampaikan masyarakat, terus dibenahi oleh kontraktor.

“ Kondisi tanah yang labil dan cuaca di Aimas juga tidak menentu sehingga pelaksana lapangan dalam melakukan pengerjaan pun mengalami kendala, tetapi hal teknis seperti itu merupakan tanggungjawab kontraktor, namun yang menjadi sorotan menonjol adalah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut, sudah melebihi kapasitas daya angkut yang semestinya, hal ini diharapkan menjadi perhatian serius dinas perhubungan kabupaten Sorong dalam melakukan pengawasan lapangan untuk memberikan ijin kepada kendaraan yang sudah melebihi daya angkut tetapi memaksa melewati ruas jalan Arar, “harapnya.

Sukarman menambahkan, apa yang disampaikan masyarakat tentang truck yang membawa kayu Log pada Juni lalu, atau pun selama ini truck pengakut kayu olahan ukuran 2-4 meter dengan daya beban melampauwi kapasitas beban jalan, siang dan malam hari, sebaiknya dialihkan untuk tidak melewati ruas jalan yang baru dikerjakan.

“ Selaku perusahaan kayu, seharusnya mencari alternative lain, dalam melakukan aktifitas pemuatan kayu dengan daya angkut lebih berat, agar dilakukan bukan pada ruas jalan umum, sebab tentu sangat membebani ruas jalan yang hanya bisa dilewati kendaraan seberat 10 ton, “pintanya. (wyr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *