Tidak Bisa Akses Internet, Aliansi OKP-Cipayung Sorong Raya Demo Telkomsel

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong,Honaipapua.com, -Selama dua pekan terakhir ini, jaringan internet di disejumlah di wilayah Papua maupun Papua Barat, khususnya di Kota Sorong terblokir.

Semenjak saat itu, jaringan internet hanya dapat diakses menggunakan wifi dan aksesnya komukasi hanya dapat melalui sms maupun telefon.

Melihat hal ini, sejumlah Mahasiswa yang tergabung kelompok Aliansi OKP-Cipayung Sorong Raya, meminta Telkomsel untuk meminta Pemerintah Pusat, hal ini Kementrian Kominfo untuk segera mengaktifkan akses internet di kota Sorong.

Pernyataan tersebut disuarakan mahasiswa  dalam aksi demo damai di kantor Telkomsel Kota Sorong, Selasa (3/9/2019).

Kordinator lapangan Yeheskel Kalasuat, dalam aksi tersebut, menjelaskan bahwa  wilayah Kota Sorong saat ini sudah aman dan kondusif, namun terblokirnya jaringan internet di wilayah ini memberi dampak terhadap masyarakat pada umumnya dan pelaku usaha.

Ia menyebutkan bahwa, ada beberapa tuntutan yang dalam aksi tersebut, yaitu, meminta Kominfo dan telkomsel agar mangaktifkan kembali jaringan internet di wilayah kota Sorong hari ini (Pukul 24:00 WIT), karena  memberi dampak kerugian bagi masyarakat Kota Sorong pada umumnya.

Kemudian Poin berikutnya bahwa mengingat meningkatnya kerugian yang dialami kelompok ekonomi dan usaha serta masyarakat pada umumnya, mereka meminta Kominfo dan Telkomsel pusat, agar untuk membuka posko pengaduan kurugian, bagi pelaku-pelaku usaha di Kota Sorong yang mengalami kerugian.

Kemudian lanjutnya, meminta Kominfo dan Telkomsel group, untuk bertanggung jawab atas kerugian pelaku-pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya di Kota Sorong.

Sementara General Manager  PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Cabang Sorong, Djoni, mengatakan, kami akan meneruskan aspirasi yang diterima dari para mahasiswa yang telah mendatangi kantor Telkomsel.

Dirinya mengaku, kalau PT.Telkom tidak mempunyai kewenangan untuk mengaktifkan kembali akses internet yang sedang terputus di kota Sorong, karena sumuanya merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kemkominfo.

” Prinsipnya kami menerima aspirasi dari mahasiswa, dan akan kami sampaikan ke pimpinan kami baik di Makasar maupun di Jakarta dan diteeuskan Kominfo. Namun kami (Telkom) juga sama dengan adik-adik mahasiswa dan masyarakat yang ada di kota Sorong. Kami tidak punya kewenangan sama sekali untuk mengaktifkan akses internet yang sedang dimatikan oleh pemerintah ini,” ujar Djhoni saat ditanya awak media. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *