Taman DEO Tak Terawat Itu Tanggungjawab Pemkot Sorong

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Sarana Pemukiman Wilayah Papua Barat, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan PPW, Eduardus Haleserens. ST, mengatakan, untuk kegiatan pembangunan lahan terbuka hijau yang dibangun oleh Kementerian PUPR dalam hal ini Direktorat Bina Pengadaan Bangunan lingkungan Dirjen Cipta Karya, mekanismenya itu dibangun usulannya dari Kota atau kabupaten setempat.

Pemda menyusun program kegiatan pembangunan ruang terbuka hijau kemudian diusulkan kepada kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi kriteria kesiapan kegiatan yang akan dibangun, apakah sudah siap untuk dikerjakan, contohnya seperti yang terpenting adalah masalah lahan dan kelembagaan pengelola setelah pasca konstruksi, ini dua hal yang sangat krucial dalam proses pembangunan keciptakaryaan, karena setelah Dirjen Cipta Karya bangun, aset tersebut diserahkan atau dihibahkan kepada Pemda Kota atau Kabupaten setempat untuk dilakukan pemeliharaan selanjutnya.

Menurut Kasatker Pelaksana PPW, Edo begitu disapa bahwa, salah satu contoh seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemda Kota Sorong, Taman DEO itu pasca setelah dibangun oleh Dirjen Cipta Karya, sudah diserahterimakan aset Pemda tersebut, untuk dilakukan pemeliharaan atau pengoperasional, lantas setelah dilakukan pemeliharaan jika terdapat hal-hal yang kurang sesuai lagi seperti awal yang direncanakan atau selesai dibangun konstruksinya lengkap, itu tanggungjawabnya dikembalikan kepada Pemda Kota Sorong, sehingga ruang terbuka hijau yang telah dibangun itu tetap terjaga.

Selama ini, lanjut Kasatker bahwa pihaknya amati pasca selesai konstruksi dan diserahkan kepada Pemkot Sorong, memang sudah tidak terawat lagi, dan mungkin masyarakat Kota Sorong sudah melihat taman tulisan SORONG CITY telah hilang satu hurufnya. Hal ini memang kami dari Balai prasarana wilayah pemukiman Provinsi Papua Barat, tidak bisa lagi mengintervensi hal tersebut, karena sudah tanggungjawab Pemda Kota Sorong, jadi kalau ada hal-hal yang tidak layak lagi di ruang terbuka hijau, kami meminta agar Pemda Kota Sorong tanggap terhadap hal tersebut, sehingga aset yang telah dibangun itu tetap bisa dimanfatkan oleh masyarakat.

” Kita ketahui bahwa setelah Taman DEO dibangun merupakan Spot atau salah satu tempat kumpul masyarakat disaat pagi atau sore hari. Dan kami hanya bisa menghimbau saja, sebab taman DEO itu adalah aset Pemda Kota Sorong, yang semestinya dirawat dijaga dengan baik, “imbuhnya saat ditemui Honaipapua.com, Senin (15/7) diruang kerjanya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melihat tata kelola hasil pembangunan yang dikerjakan oleh Dirjen Cipta Karya, kedepan mungkin kalau ada usulan lagi, kami akan mengrem sedikit, karna hasil karya sebelumnya saja tidak dirawat dijaga dengan baik.

” Bagaimana mau usulkan pembangunan lagi. Karena kita lihat kerjasamanya pasca konstruksi itu tidak berjalan dengan baik, terbengkalai, dan nanti masyarakat mengira Dirjen Cipta Karya setelah mengerjakan taman DEO terbengkalai tidak berfungsi, pada hal kesalahan atau tanggungjawab itu bukan pada kami, “tambah Edo lagi. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *