Satgas Dewan Pers Dalami Oknum Wartawan Sebarkan Video Provokatif

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong,Honaipapua.com, -Satgas anti kekerasan terhadap wartawan yang di bentuk Dewan Pers, Jumat (6/9/2019) siang menemui aktivis dan sejumlah awak media di Kota Sorong, Papua Barat, untuk mendengar langsung tentang dugaan oknum Jurnalis Sorong yang diduga telah menyebarkan video Provokatif.

Video provokatif itu diduga telah disebar di Media Sosial, sehingga mengkhawatirkan warga Sorong serta sejumlah wartawan di Sorong dalam melaksanakan tugas peliputan.

Ketua Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers, Aggung Dharmajaya kepada awak media mengatakan, kedatangan pihaknya ke Sorong, untuk melakukan investigasi laporan kekerasan terhadap wartawan, yang diduga akibat video provokatif disebar oknum wartawan di Sorong.

“Dalam beberapa hari kedepan kami akan melakukan investigasi dan bertemu dengan beberapa pihak, supaya permasalahannya menjadi jelas, terutama penjelasan para saksi, korban dan yang lain-lain,” kata Aggung Dharmaja usai pertemuan dengan sejumlah pihak di Kantor Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian di Sorong.

Ketua IJTI Pengda Papua Barat Chandry Andrew Suripatty, mengakui bahwa pihaknya melakukan pelaporan ke Dewan Pers setelah mencermati rekaman video yang beredar di media sosial.

“Setelah kita mendapat informasi adanya kekerasan terhadap wartawan dilapangan, sehingga kita mencoba mencermati penyebabnya apa, ternyata penyebabnya adalah beredarnya rekaman video tersebut, dan sesuai aturan kita langsung melaporkannya kepada Dewan Pers. Kita juga tidak bisa menuduh kedua wartawan tersebut, karena kita belum mempunyai bukti bukti tuduhan yang kuat,” kata Chandry Andrew.

Ditanya soal sanksi, apabila setelah di dalami ternyata benar nanti kedua oknum Wartawan terbukti melakukan tindakan tersebut, Sanksi apa yg diberikan Satgas Dewan Pers..? Kalau zoal itu nanti keputusan nya dari dewan PERS, karna ini memeriksa nya dari sisi Etik Jurnalis, “tambah Chandry Andrew Suripatty. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *