Presiden Jokowi Bantu Generator Lampu, Diduga Kepala Distrik Beraur & Kepala PLTD Klabra Jual Ke Pulau Sop

sorong raya
Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis Wilayah Papua Barat (LBH Gerimis) Yosep Titirlolobi, S.H dalam rilisnya kepada media ini mengatakan bahwa diduga Kepala Distrik Beraur dan Kepala PLTD Klabra berinisial KK diduga telah menjual satu unit mesin Genset bantuan dari Presiden Jokowi kepada masyarakat 10 kampung di Distrik Beraur Kabupaten Sorong.

Dikatakan Yosep, bahwa pada tahun 2018 masyarakat di 10 kampung Distrik Beraur telah mendapatkan dua unit Mesin Genset Bantuan dari Program Presiden Jokowi tentang Papua Terang, yang diserahkan langsung kepada kepala Distrik Beraur.

Menurut Yosep, seharusnya dua Unit Mesin Genset bantuan Presiden Jokowi sudah bisa dipasang untuk menerangi 10 kampung yang ada di Distrik Beraur, tetapi yang terjadi sampai saat ini memasuki tahun 2022 cuman satu Genset saja yang di operasikan oleh Kepala PLTD Klabra sedangkan Satu Genset diduga dijual ke pulau Sop Kota Sorong.

Untuk itu, menurut Yosep, Polisi dalam hal ini, Kapolres Kabupaten Sorong diminta segera untuk mengambil langkah cepat untuk memanggil Kepala Distrik Beraur dan Kepala PLTD Klabra agar segera mempertanggungjawabkan satu unit genset yang diduga telah dijual ke Pulau Sop.

“Dimana berdasarkan data, satu unit Genset tersebut diduga telah dijual ke seseorang yang berada di Pulau Sop dengan harga 80 juta per unit,” beber Yosep.

Sementara itu, kata Yosep, masyarakat dan enam kepala kampung bersama mahasiswa asli distrik Beraur yang selama ini mulai curiga dikarenakan Generator lampu yang dioperasikan oleh PLTD Beraur selama ini hanya memakai satu Genarator Lampu.

Seharusnya masyarakat 10 kampung yang berdomisili dibawah naungan Distrik Beraur sudah sepatutnya mendapatkan penerangan 24 jam mengingat bantuan Genarator Lampu yang diberikan memiliki daya yang cukup besar, untuk menerangi 10 kampung siang dan malam.

Lanjut Yosep, pada tahun 2019 masyarakat dan mahasiswa sudah meminta kepada Kepala PLTD Klabra dan Kepala Distrik untuk segera mengembalikan satu generator bantuan tersebut, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari Kepala Distrik Beraur dan Kepala PLTD Klabra, ungkap Yosep.

Bahkan di tahun 2020 Mahasiswa Beraur sampai harus bertemu dengan Kepala PLN bagian Divisi Penerangan Wilayah 10, Kepala PLTD Klabra dan Kepala Distrik Beraur dan disaksikan oleh enam kepala kampung, dimana janji dari Kepala PLTD Klabra dan Kepala Distrik Beraur yang telah berjanji kepada 6 kepala kampung bahwa satu Generator lampu tersebut akan di kembalikan, tetapi sampai pada tahun 2022 ini, masyarakat menunggu Generator lampu tersebut tidak pernah dikembalikan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *