Pieter Kondjol : “Tanah Areal Pasar Kajase dan Terminal Milik Marga Kondjol bukan Marga Lain”

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Mantan Ketua DPRPB Provinsi Papua Barat, Pieter Kondjol mengklaim tanah atau areal di Pasar Kajase dan Terminal yang berada di Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan milik marga Kondjol bukan marga Thesia.

Nampak Pieter Kondjol didampingi keluarga Kondjol saat memberikan keterangan Pers, Selasa (13/4) usai menghadiri sidang di kantor Pengadilan Sorong

” Ya, menurut sejarah, berabad-abad silam, tanah yang telah dibangun pasar Kajase dan Terminal milik Pemda Kabupaten Sorong Selatan adalah milik marga Kondjol, bukan marga Menase Thesia, Freds Thesia, Yohanes Thesia, Diri Thesia dan Obet Thesia, “beber Pieter Kondjol bersama keluarga besar Kondjol, Selasa (13/4) kepada awak media usai menghadiri pembukaan sidang di kantor Pengadilan Sorong sambil menunjuk dokumen atau surat-surat kepemilikan tanah tersebut lengkap.

Nampak areal Terminal pasar Kajase Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan

Mewakili marga besar Kondjol, lanjut Pieter Kondjol bahwa permasalahan sengketa tanah yang kurang lebihnya 7 hektare ini beberapa tahun lalu sudah digelar sidang, namun karena belum selesai akibat kericuhan saat itu, sidang tidak dapat dilanjutkan, maka saat ini dimulai lagi persidangan untuk meluruskan bahwa marga Kondjol yang sesungguhnya memiliki tanah areal tersebut.

” Jadi, kami keluarga marga besar Kondjol sebagai pihak Penggunggat hari ini memenuhi panggilan Hakim di Pengadilan untuk mengikuti persidangan dengan tujuan dapat meluruskan di Pengadilan Sorong dan seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Sorong Selatan bahwa yang sebenarnya areal tanah tersebut milik marga Kondjol, tetapi karena marga Thesia sebagai pihak Tergugat tidak hadir maka Hakim memutuskan sidang ditunda dan akan dilanjutkan (20/4) mendatang, “tutur Pieter Kondjol.

” Marga Thesia ini menurut sejarahnya berabad-abad silam, karena sudah kawin mengawini keluar masuk di ijinkan tinggal disekitaran areal pasar Kajase dan Terminal itu hanya sebagai penggarap, tetapi kenyataannya hingga saat ini mereka sudah menjual tanah-tanah tersebut, sehingga hari ini kami keluarga besar Kondjol menggunggat perbuatan melawan hukum di kantor Pengadilan Negeri Sorong, “terang Pieter Kondjol seraya menambahkan bahwa keluarga besar Kondjol tidak menggunggat pemerintah daerah, tetapi hal ini hanya meluruskan dan meminta pengakuan antar keluarga saja, soal dengan pemerintah itu nanti, mengingat pengembangan pasar dan Terminal sudah sangat luas, dan saudara kita yang membeli tanah juga tidak mengerti sejarah yang sebenarnya.

Pieter Kondjol menambahkan, keluarga besar Kondjol telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan bahwa areal pasar Kajase dan Terminal ada sengketanya yang akan dibuktikan pengakuannya oleh Hakim, sehingga kedepan pemerintah daerah juga dapat mengetahui sejarah yang sebenarnya soal kepemilikan tanah tersebut. (pic)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *