PERMATA DI MANADO MENOLAK PEMBANGUNAN KODIM DI TAMBRAUW

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manado,Honaipapua.com, -Persatuan Mahasiswa dan mahasiswi dari Kabupaten Tambrauw (Permata) yang menempuh Study di Kota Sulawesi Utara, menolak dengan tegas rencana pembangunan Markas Komando Distrik Militer (MAKODIM) di Distrik Bikar dan Distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Pernyataan tersebut disampaikan oleh ketua Persatuan Mahasiswa Tambrauw (Permata) Yustus Yekwam ,S.Pd, Minggu (20/10).

Awalnya diketahui setelah Forum Komunikasi Sosial (FKS) laksanakan pertemuan di (MAKODIM) 1802 Sorong pada 25 September 2019 lalu. Kemudian disepakati untuk bangun markas TNI di dua Distrik di kabupaten Tambrauw.

“Disana orang tua kami tidak pernah bikin masalah hingga terjadi konflik, kenapa Militer mau dibangun Pos yang kemudian akan meresahkan keamanan orang tua kami. Kami tau kehadiran militer dengan alat negara yang lengkap akan menghadirkan trauma besar. Maka kami dengan tegas menolak itu,” katanya.

” Pembangunan Kodim bagi kami, bisa menjadi jalan masuk untuk pembangunan berbagai macam hal lain misalnya, untuk mengamankan investor yang akan datang masuk di Wilayah Tambrauw dan yang akan mengganggu hak-hak masyarakat adat dan ekosistem wilayah yang saat ini sudah ditetapkan sebagai daerah konservasi, “kata Yustus.

Daerah kami juga merupakan wilayah pekabaran injil yang tidak bisa diganggu dengan berbagai aktivitas termasuk oleh militer. Karena daerah kami adalah bukti sejarah pendaratan injil.

Sebagian besar masyarakat belum mengetahui rencana pembangunan Kodim tersebut sehingga situasi ini akan memicu konflik di masyarakat. Adapun marga pemilik hak ulayat antara lain, marga Yenjau, Yeblo, Yesnath, Yembra dan Yessa.

Secara kontyu Pemekaran Kabupaten Tambrauw adalah hasil perjuangan murni oleh lembaga Masyarakat adat, sehingga hadirnya Tambrauw, yang merupakan sebuah doa sulung pada Tuhan, terbukti hal ini sebagai sebuah prestasi murni oleh Masyrakat sekaligus warning agar Pemerintah Tambrauw, terutama pemangku kepentingan elit jerih dalam Pembangunan untuk memperhatikan hak-hak dasar Masyarakat Tambrauw serta meningkatkan kesejahteraan bukan mengesampingkan.

Verinandus Kosamah dari Manado-Sulut, juga menyampaikan bahwa, yang menjadi perioritas Masyarakat adalah pembangunan di bidang Kesehatan dan Pendidikan bukan bangun KODIM datangkan keamanan dikarenakan keamanan menghimpit Masyarakat, dalam melakukan aktfitasnya terutama pada waraga setempat. Dengan kehadiran keamanan, kedepanya pasti memicu munculnya Kepentingan-kepentingan, dengan tujuan di bangunnya system proyek KODIM pasti mempunyai kepentingan peribadi yang tersembunyi, sehingga hal ini perlu diwas padai dikarenakan hal ini bisa berujung pada kepentinggan seperti ilegal loging dan Kelapa Sawit.

Mahasiswa asal Tambrauw, Daniel H. Mirino, di Manado-Sulut, bahwa konsep Pembangunan yang paling ampuh untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah Kesehatan, yang memiliki dua konsepsi untuk dibangun seperti pembanguna (Fisik dan Non fisik) Fisik, yaitu, pembangunan sebuah gedung yang memadai disertai dengan para analisis tenaga medis, sesuai standarisasi yang dibutuhkan agar tidak melangar aturan Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Non Fisik, misalnya, pada Pelayanan Kesehatan, terutama pembangunan gedung yang memadai disertai fasilitas kesehatan terutama Pelayanan Kesehatan.

Lanjut Mirino, di Distrik Sausapor itu rumah sakit sekalian dengan Puskesmas, terutama tenaga kesehatan seperti petugas yang masih minim, yang seharusnya satu Puskesmas membutuhkan 14 Orang Dokter, sesuai standarisasi di bidang kesehatan. Kemudian Mirino, menambahkan Transportasi (Abulance) di Sausapor hanya satu, itu pun juga banyak kendala seperti rusak dll, sehingga Pemerintah harus menambakan (Abulance) guna melancarkan kegiatan Pelayanan pada Puskesmas Distrik Sausapor Kabupaten Tambrauw, dan Pemerintah bentuk TIM ahli Kesehatan guna melakukan sosialisasi pada tiap sekolah menengah SMP/SMA di Tambrauw untuk mencegah pergaualan anak muda Tambrauw.

Tambah Mirino bahwa, fokus Pemerintah pada bidang Kesehatan, melindungi hak asasi Manusia dan salah satu unsur kesejahteraan pada masyarakat Tambrauw yang terwujud, lebih penting lagi mencegah GIZI BURUK yang sebelumnya menimpa warga Tambrauw sejak November 2012 lalu, hal ini terkait UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, bahwa kesehatan merupakan hak asasi Manusia, bukan datangkan KODIM bangun di Tambrauw. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *