Paul Finsen Mayor Desak Pemda R4 segera Suplai BBM ke 3 Distrik di R4 Utara

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Ampat,Honaipapua.com, -Atasnama Masyarakat Adat Papua di Provinsi Papua Barat ini, sangat Kecewa dengan sikap oknum yang sengaja mempersulit Masyarakat Adat Papua 3 Distrik terdiri dari 12 kampung Di Wilayah Raja Ampat Utara. Demikian disampaikan, Mananwir Paul Finsen Mayor selaku Tokoh Masyarakat Adat Papua Barat Asal Kabupaten Raja Ampat.

Kepada media ini Selasa (7/12) melalui telepon selulernya, Paul Finsen Mayor menyampaikan, masyarakat adat kecewa dengan sikap oknum tertentu di kabupaten Raja Ampat yang diduga melarang Agen Penjual BBM untuk melakukan Distribusi BBM ke 3 Distrik terdiri 12 kampung Di Wilayah Raja Ampat Utara.

” Selaku Tokoh Masyarakat Adat Papua Barat yang berasal dari Kabupaten Raja Ampat Sangat menyesali Tindakan itu, “sesalnya.

Lanjutnya, Karena atas ulah Oknum ini, menyebabkan Masyarakat Adat di 3 Distrik terdiri 12 kampung Di Wilayah Raja Ampat Utara melakukan Serangkaian Aksi demonstrasi yang akhirnya Viral di media-media Sosial. Dan hal ini menimbulkan Kesan Buruk Terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Menurut Paul, Ini hal serius yang harus Pemda Raja Ampat Evaluasi. Kinerja seperti ini sangat disesali, Masyarakat Adat tidak boleh dipersulit oleh oknum pejabat apalagi sampai menghalangi Kebutuhan Dasar Masyarakat Adat seperti BBM, itu namanya Mau menyusahkan Masyarakat Adat.

Oleh sebab itu, kata Paul Mayor, atasnama Masyarakat Adat Papua di Provinsi Papua Barat Mendesak Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk segera mengambil langkah Menyuplai BBM naik itu Pertalite, Minyak Tanah dan Juga jenis lainnya agar masyarakat adat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.

” Apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak, ini Bulan Natal, Masyarakat Adat Papua Jangan dipersulit dan Itu menjadi Tugas dan Perhatian Serius Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, agar ke depannya Jangan lagi ada demo hanya karena persoalan BBM saja, ” tambah Mananwir Paul Finsen Mayor selaku Tokoh Intelektual Papua dan Tokoh Pemuda Asli Papua. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *