Bermaksud Menanyakan Postingan Di Grup WA. Wartawan Inisial ZL, Polisikan KBO Satreskrim R4. Kapolres: Pelapor ZL Akan Kami Periksa

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waisai,Honaipapua.com, -Terkait dugaan kesalahpahaman salah seorang anggota Polres Raja Ampat dan salah satu oknum Wartawan media Online berinisial ZL yang berujung pada laporan polisi (LP) di Polres Raja Ampat.

Kapolres Raja Ampat. AKBP. Andrew J.W. Manuputty,S.IK

Kepada rekan-rekan Pers di ruang kerjanya Jumat, (28/05/2021) Kapolres Raja Ampat, AKBP. Andrew J. W. Manuputty.S.Ik meminta maaf dan mengklarifikasi persoalan anak buahnya dengan salah seorang oknum wartawan, inisial ZL.

” Saya sebagai pimpinan di Polres Raja Ampat, menyampaikan permohonan maaf, bilamana ada anggota saya secara profesional melontarkan kata-kata yang tidak seharusnya dilontarkan, saya minta maaf, “tutur Kapolres.

Dikatakan Kapolres, pihaknya juga sudah mewanti-wanti anggotanya agar bekerja secara profesional, bukan hanya kepada wartawan melainkan seluruhnya, dan kepada masyarakat yang datang meminta layanan kepada kepolisian.

Menurut Kapolres, pihaknya sudah meminta Kasi Propam Polres Raja Ampat untuk menindaklanjuti laporan yang sudah dibuat oknum Wartawan oleh ZL. Agar segera memanggil semuanya termasuk ZL yang ternyata pada saat buat laporan belum diambil keterangan awal. ” Makanya semuanya harus diperiksa termasuk saksi-saksi agar bisa dicocokan keterangan yang ada dan proses akan kita tindaklanjuti, “terang Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan bahwa dengan terjadinya masalah ini juga sebagai pembelajaran, agar dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab harus mengedepankan profesinonalisme dalam bekerja.

Oleh sebab itu, lanjut Kapolres, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda terkait masalah ini. Pada intinya laporan ini akan kita tindaklanjuti. Untuk itu, pelapor dan terlapor harus diambil keterangan, “tegas Kapolres.

Kapolres menuturkan bahwa, Selasa kemarin pihaknya sudah mencoba memanggil kedua belah pihak dalam hal ini pelapor dan terlapor, namun pelapor tidak datang.

” Yah, biar bagaimana pun kita semua mitra kerja, kami dari Polres melaksanakan kegiatan, kita undang rekan-rekan Jurnalis untuk meliput. Istilahnya saling menguntungkan lah. Oleh sebab itu, Selasa kemarin kami mencoba memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama membicarakan masalah ini, namun tidak kesampaian. Karena beritanya sudah dinaikan dimedia, “tutur Kapolres.

” Dengan adanya masalah ini, Polres Raja Ampat akan berkoordinasi dengan persatuan wartawan Indonesia (PWI) Sorong Raya. Guna membahas, Karena bagaimana pun seorang Jurnalis bekerja berdasarkan kode Etik dan UU Pers, “tambah Kapolres sembari menambahkan kalau kemarin ZL sudah kami panggil, namun karena beliau menyampaikan bahwa laporan itu karena perintah pimpinannya, maka kami juga akan selesaikan secara institusi kami.

” Sekali lagi atas nama pimpinan di Polres Raja Ampat, dan mewakili anggota saya menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan Pers, bilamana ada kata-kata atau kalimat yang dilontarkan oleh anggota saya sehingga permasalahan ini muncul, “ucap Kapolres.

Mengenai kronologis didalam Laporan Polisi yang dibuat oleh ZL. Berawal dari ZL pada hari Sabtu (22/05/2021) yang kala itu hendak mengkonfirmasi pemberitaan di Satreskrim polres Raja Ampat. Ketika tiba di Reskrim, KBO Reskrim Ipda.Sahdun menanyakan sesuatu hal perihal, meremehkannya di Grup WA tertanggal, 21 Mei 2021 yang seolah-olah Ipda.Sahdun memaksakan diri sebagai menjabat sebagai KBO Reskrim padahal pihaknya ditunjuk langsung Kapolres, walaupun surat perintah belum keluar. Nah, dari situlah terjadi cekcok mulut, dan ZL pun menghindar. Tanpa menunggu waktu, ZL langsung membuat laporan ke Kasi Propam untuk segera ditindaklanjuti persoalan ini.

Saat dikomfirmasi KBO Reskrim Polres Raja Ampat, Ipda.Sahdun dalam keterangan mengatakan, Jabatan KBO Satreskrim ditugaskan kepada saya oleh Kapolres Raja Ampat secara lisan pasca pergantian jabatan Kasat Reskrim belum lama ini. Bahkan dirinya pun sempat ditunjuk sebagai Plh Kasat Reskrim selama beberapa hari karena Kasat Reskrim yang baru belum datang di Waisai.

” Postingan meremehkan tersebut tertanggal 21 April 2021 di grup WA yang dibuat oleh bersangkutan. Kalimat-kalimatnya yang seakan meremehkan dan seolah-olah saya memaksakan diri untuk jadi KBO Satreskrim, padahal saya ditunjuk langsung oleh Kapolres, walaupun Surat Perintah belum dikeluarkan, “beber Ipda.Sahdun.

Kejadian bertemu malam itu, pada tanggal 22 mei 2021 sekitar jam 11 malam. Yang bersangkutan masuk kedalam area Polres Raja Ampat tidak melalui pos penjagaan, tapi pintu samping yang bersambungan dengan masjid Polres Raja Ampat. Saat itu saya sedang melakukan tugas sebagai perwira pengawas (Pawas) jadi saya tegur yang bersangkutan. Saat menegur tersebut, saya juga sekalian mempertanyakan maksud postingannya. Mungkin dengan intonasi serta teguran yang saya ucapkan cukup keras, yang bersangkutan tidak terima lalu pergi. Setelah kejadian tersebut dia langsung melakukan pelaporan melalui aplikasi Mbilin Kayam.

” Saya terima jika dikatakan berkata kurang sopan, tapi juga harus dilihat kenapa sampai saya bertindak seperti itu. Jadinya pemberitaan bersangkutan tersebut tidak berimbang karena seakan-akan saya bertindak arogan kepada dia, padahal dia duluan dengan postingan-postingan meremehkan di grup WA, “tambah Ipda.Sahbun lagi. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *