Mencegah Wabahnya Virus Corona, Objek Wisata di Raja Ampat Ditutup Sementara

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Raja Ampat,Honaipapua.com, -Sesuai dengan surat edaran Bupati Raja Ampat Nomor : 440/101/SETDA/III/2020 tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Papua Barat, menutup semua akses masuk ke seluruh kawasan objek wisata selama 14 hari ke depan.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah cepat pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Beberapa point yang dihimbau oleh Pemerintah Daerah Raja Ampat adalah pertama, menutup dan menghentikan sementara kegiatan kunjungan di seluruh objek wisata dalam wilayah kabupaten Raja Ampat. Kedua mengimbau seluruh masyarakat Raja Ampat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan kerumunan orang seperti kegiatan even olahraga, even kesenian, dan jasa hiburan.

Ketiga, melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan lebih lanjut dengan memperhatikan perkembangan persebaran Corona Virus Disease (Covid-19) ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo, menyampaikan, penutupan objek wisata sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19 sekaligus social distancing kepada masyarakat dan wisatawan, untuk tidak beraktivitas selama dua minggu ke depan.

” Tanggal 23 Maret 2020, hari ini, kami pemerintah daerah resmi menutup sementara akses spot wisata di Raja Ampat. Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona (COVID-19) di wilayah Provinsi Papua Barat khususnya Raja Ampat,” ungkap Yusdi saat press conference di Aula Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (23/03/2020).

Lanjut Yusdi, semua informasi penutupan objek wisata sudah ada dalam edaran Bupati Raja Ampat. Pihaknya akan menyebarluaskan edaran tersebut kepada pelaku wisata, wisatawan, dan seluruh masyarakat sebagai informasi.

” Dengan demikian kami mengimbau kepada seluruh wisatawan baik mancanegara, domestik, pelaku usaha wisata serta masyarakat untuk mentaati arahan pemerintah dengan tidak bepergian ke lokasi-lokasi wisata,”imbuhnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *