MENAKAR PELUANG KEPALA DAERAH SORONG SELATAN

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Gelaran Pilkada serentak 2020 semakin dekat, setidaknya ada 270 daerah bersiap untuk menyambut gelaran memilih kepala daerah, salah satunya Kabupaten Sorong Selatan.

Salah satu Lembaga survei Jaringan Aspirasi Publik (JAP) melakukan survei yang dilaksanakan pada tanggal 15 – 24 November 2019.

Dalam survei tersebut, Direktur Eksekutif JAP, Ristiono G Wicaksono menemukan hasil aspirasi masyarakat Kabupaten Sorong Selatan terkait dengan pilkada 2020. Ada 16 tokoh yang di tracking oleh Jaringan Aspirasi Publik, yaitu, Samsuddin Anggiuli, Martinus Salamuk, Alfon Sesa, Abdul Ghafur, Yunus Saflembolo, Pieters Kandjol, Felix Duwit, Michel Momot, Yonathan Salambau, Johanes E.S Wato, Alfius Way, Yulian Tauwe, Madun Narwawan, Aristoteles Rudolf, Lukman Wugaje dan Ahmad Samsudin.

Dari segi popularitas, Bupati Incumbent Samsuddin Anggiuli memiliki popularitas 42,50%, Martinus Salamuk Saflembo 24,25%,Yunus saflembolo 21%, Pieters Kandjol 19,25%, Alfon Sesa, 18,50%, Abdul Gafur 9,00%, Ahmad Samsudin, 8,50%, Michael Momot 7,25%, lukman Sugaje 7,00%, Yonathan Salambu 5,76%, sisanya dibawah 5%.

Jika kita melihat angka diatas memang tingkat popularitas samsuddin anggiuli dan wakilnya cukup mendominasi, namun masih ada kandidat lain yang masih membayangi Bupati dan Wakil Bupati Incumbent, yakni Yunus Saflembolo, Pieters Kandjol, dan Alfon Sesa, tokoh tersebut masih bersaing tingkat popularitasnya.

Sedangkan tingkat elektabilitas tertutup Bupati, nama Samsudin masih unggul sebesar 23,50%, namun angkat tersebut masih kecil, mengingat Samsuddin merupakan Bupati Incumbent, disisi lain ada wakilnya Martinus salamuk sebesar 14,75%. Sedangkan penantang baru Yusuf Saflembolo masih membayangi elektabilitas kedua tokoh tersebut dengan nilai prosentase 12,25%, disusul Pieters Kandjol 10,3%, dan Alfon Sesa sebesar 9,50%.

Itu artinya setiap tokoh masih memiliki peluang untuk menjadi kepala daerah. Direktur Eksekutif Jaringan Aspirasi Publik mengatakan, “Peluang menjadi kepala daerah di Kabupaten Sorong selatan masih sangat terbuka, mengingat angka popularitas dan elektabilitas masih bersaing ketat” katanya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan incumbent masih belum tinggi, menurut responden Bupati Samsuddin Anggiuli masih belum banyak melakukan perubahan dalam masa kepemimpinannya 5 tahun ini, ada 42,50% responden mengatakan, sama saja atau tidak ada perubahan, dan yang mengatakan lebih buruk sekitar 22,50%. Sedangkan yang mengatakan lebih baik ada 25,75%, dan yang tidak menjawab ada 9,25%. Jika kita lihat angkanya, tidak ada perubahan dan lebih buruk dijumlahkan mencapai 65,0%.

“Dengan angka tersebut, sebenarnya incumbent harus banyak memperbaiki kinerjanya mengingat publik masih menilai kinerja Bupati Incumbent biasa-biasa saja.” Ujarnya.

Masalah yang masih dirasakan oleh masyarakat masih pada seputar ekonomi, harga harga sembako yang tinggi, infrastruktur publik yang belum baik, air bersih, Pendidikan, kesehatan, bantuan tidak merata, dan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan multistage random sampling dan proporsional atas populasi kecamatan dan Gender terhadap 404 sampel (responden) dengan margin of error +/-5 dan tingkat kepercayaan 95%. (JAP)

Terpisah dari hasil survei yang dilakukan oleh JAP, salah satu tokoh masyarakat yang enggan namanya dipublikasikan saat dimintai tanggapannya, terkait karya pembangunan yang dilakukan oleh Bupati incumbent saat ini, menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar belum begitu menyentuh masyarakat kalangan bawah, apalagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan juga belum menyentuh masyarakat akar rumput, secara menyeluruh.

” Saya mau sampaikan bahwa pemerintahan Sorong Selatan berjalan sampai saat ini, boleh dikatakan hanya program Dinas yang berjalan, sehingga tanggapan saya terkait survei JAP membuktikan seperti yang disampaikan seperti itu adanya, sehingga kedepan kalau ada Putra Asli Teminabuan yang maju mencalonkan Bupati, kami tentu memilih calon yang baru saja, karena sudah berpengalaman di Birokrasi seperti anak Yunus Saflembolo, “ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *