LBH Gerimis : Walikota Bangun Stadion Bawela Diduga Ladang Korupsi

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,Honaipapua.com, -Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH-GERIMIS) Papua Barat Yosep Titirlolobi, SH, mengatakan bahwa Stadion Bawela yang dipaksakan dibangun di lapangan hoky Kota Sorong oleh Walikota Sorong, tidak memenuhi standar dan diduga menjadi ladang korupsi mengingat batas waktu kontrak kerja pembangunan stadion seharusnya bulan Januari ini sudah selesai.

Hal ini bisa dilihat dari pembangunan stadion yang letaknya saja sudah tidak strategis, pembengkakan anggaran semakin naik melewati 100 miliar yang telah disepakati dimana pemerintah kota Sorong mengatakan anggaran pembangunan stadion Bawela dibutuhkan anggaran 100 miliar tetapi nyatanya dilapangan pembangunan stadion melebihi 100 miliar.

Sementara itu menurut Yosep, ukuran lapangan bola berstandar nasional adalah kisaran 90 sampai 120 meter itu untuk panjang lapangan, sedangkan untuk lebar lapangan adalah kisaran 45 sampai 90 meter, sedangkan lapangan bola kaki yang dibangun oleh Walikota Sorong adalah lapangan bola yang tidak memenuhi standar nasional maupun internasional, kalau kita pakai ukuran internasional maka lebar dan panjang tentu juga berbeda, jadi ini pembangunan stadion seperti menghamburkan uang masyakarat Kota Sorong.

Menurut Yosep, dugaan korupsi diduga terjadi pada pembangunan proyek stadion sepak bola Bawela di Kota Sorong Provinsi Papua Barat yang dibangun tahun 2021 dengan menggunakan anggaran yang sampai sekarang masyarakat tidak tahu apakah menggunakan APBD kota Sorong atau Anggaran Pinjaman Pemkot di Bank Papua sebesar 200 miliar ataukah menggunakan dana Otsus dimana sampai sekarang Walikota Sorong belum berani mengumumkan kepada rakyat bahwa anggaran stadion Bawela menggunakan mata anggaran yang mana.

Perlu diketahui bahwa pembangunan stadion bertaraf Nasional itu hanya dibutuhkan anggaran 67 miliar dan mampu menampung 27.000 penonton dan harus membutuhkan lahan untuk pembangunan stadion itu adalah 10 kali lipat luas dari lapangan hoki, dimana disitu bisa disiapkan parkiran mobil, parkiran motor, cafe dan ruang ganti pemain dan lain-lain tetapi yang terjadi ruang ganti pemain saja tidak ada, ujar Yosep.

Lanjut Yosep, Kejati Papua Barat dan Polda Papua Barat jangan cuman asyik menjadi penonton dan membiarkan dugaan korupsi ini terjadi, seharusnya Polda dan Kejati sudah berani untuk melakukan penyelidikan terhadap Pembangunan stadion Bawela dan pembangunan Proyek Pasar Moderen yang sampai sekarang pasar moderen yang menggunakan uang rakyat belum-belum jadi dibangun di kota Sorong.

Kita lihat saja pembangunan fisik stadion Bawela saja tidak memenuhi standar, mulai dari lampu yang di duga didatangkan dari cina dan masyarakat tidak tahu merek apa dan seharusnya di pasang diberapa penjuru tetapi itu tidak dilakukan, dan stadion Bawela itu harus dilengkapi juga dengan scoring board elektronik dimana harus dengan kekuatan pendukung 112 lampu 224.000 watt, tetapi yang terjadi mereka menggunakan genset sendiri tanpa memakai lampu dari PLN.

Seharusnya lampu yang mereknya bagus itu dari Prancis, mengenai lapisan di lapangan stadion Bawela kalau dilihat seperti dibuat asal-asalan tidak sesuai standar yang seharusnya, beberapa lapis ini yang harus di utamakan, yang lucunya rumput di ambil dari Surabaya, seharusnya rumput itu di ambil dari Australia, dimana stadion Persipura, stadion Lukas Enembe, stadion di Wamena rumputnya itu di pesan dari Australia, kata Yosep.

“Ini Stadion Utama di Kota Sorong yang belum ada Setengah jadi tetapi sudah menghabiskan hampir 100 miliar, kalo kelar katanya diduga bisa menghabiskan 200 miliar padahal desai macam kolam lele saja habisin duit ratusan miliar,” ujar Yosep.

Selain itu temuan yang didapatkan Lbh Gerimis di lapangan adanya pelanggaran dalam proses mekanisme tender yang tidak mengikuti peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

Fakta di lapangan juga di temukan bahwa seharusnya proyek pembangunan stadion Bawela ini cuman 67 miliar tetapi diduga di gelembukan anggaranya mencapai ratusan miliar, tegas Yosep. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *