Ketua DAP Wilayah III Doberay : Sakit di pengungsian, Pemrov PB diminta Turun Tangan

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Manokwari,Honaipapua.com, -Berdasarkan hasil pertemuan dan penanganan para pengungsi Maybrat yang selama ini berada di pengungsian di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, dan Kota Sorong, serta turun langsung bagi Sembako bagi Pengungsi Maybrat di Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan, kemudian melihat kondisi kesehatan mereka sangat memprihatinkan. Demikian disampaikan, Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP selaku Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat kepada media ini Kamis (7/10).

Dikatakan Mananwir Paul Finsen Mayor,S.IP bahwa kondisi kemanusiaan yang belum juga mengalami pemulihan, kita terjadi masalah baru yaitu kondisi kesehatan para pengungsi Maybrat di beberapa daerah sekitar ini.

” Maka dengan ini, kami meminta kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk segera turun tangan dan bergandengan tangan dengan kami para pimpinan Adat Papua untuk Tetap mendorong penyelesaian kasus Maybrat ini, “pintanya.

Lanjutnya, agar masyarakat bisa kembali ke Kampung halamannya. Kemudian, pemerintah provinsi Papua Barat dapat menjamin keamanan dan kenyamanan serta keselamatan dari para pengungsi Maybrat. Jangan sampai besok mereka didatangi dan diinterogasi berjam-jam oleh aparat keamanan itu tidak boleh dan tidak tepat. Itu indikasi pelanggaran HAM.

Oleh sebab itu, tambahnya, atasnama Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Papua Barat mendesak pemerintah provinsi Papua Barat segera selesaikan kasus Maybrat karena banyak Anak Anak yang ikut mengungsi ke hutan maupun di beberapa daerah sekitar dan tidak bisa sekolah ini merupakan pergumulan hidup yang berat dan ini wajib hukumnya menjadi Perhatian pemerintah provinsi Papua Barat.

Sebab menurut laporan dari warga Maybrat dan kami pun sudah turun ke pengungsi Maybrat dan mendapati ada yang sakit gejala stroke dan beberapa penyakit lainnya. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *