Kasus Persetubuhan Anak Dibawa Umur Di Kampung Jefman Telah Dinaikan Ke Tahap 1

sorong raya
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Kasus persetubuhan terhadap anak dibawa umur di Kampung Jefman, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat oleh tersangka berinisial KDS telah dinaikan statusnya ke tahap 1, hal itu di katakan oleh Kasat Reskrim Polres Raja Ampat. IPTU Danny Aprizal Saputra, S.tr.k.

Kasat Reskrim Polres Raja Ampat, Iptu. Dani Aprizal Saputra, S.tr.k

” Yah, kasus persetubuhan anak dibawa umur terhadap dengan inisial KTH  (15)oleh pelaku dengan inisial KDS telah dinaikan statusnya ke tahap 1″. Tutur Kasat.

Dikatakan Kasat bahwa tersangka telah kami tahan di rutan polres Raja Ampat untuk menjalani proses hukum.

Persetubuhan anak dibawa umur yang terjadi di kampung Jefman, Distrik Salawati Utara, terjadi tanggal, 08 Agustus 2022.

Dari kronologisnya seperti yang  diungkapkan oleh kasat Reskrim bahwa pelaku berinisial KDS dalam melakukan aksinya dipengaruhi oleh minuman keras( Miras).

” Jadi, tersangka ini masuk ke rumah korban dan melihat korban sedang sendirian didalam kamarnya, kemudian tersangka, memaksa serta memukul bagian mata Korban lalu mencekik dan membuka celana korban kemudian tersangka membuka pakaiannya lalu memasukkan jari tengah tangah kanan tersangka, ” ungkap Kasat.

Tidak sampai disitu, tersangka juga memasukkan kemaluan (penis) kedalam lubang kemaluan korban (Vagina) sehingga korban merasa sakit dan berteriak. urai Kasat

Mendengar teriakan korban tersangka langsung menutup mulut korban dengan menggunakan tangan kanan lalu menyuruh korban memakai celana dan tersangka langsung pergi meninggalkan korban. Terang Kasat Reskrim.

Akibat perbuatan Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 tentang persetubuhan anak dibawa umur dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Dan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D UURI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI nomor 23 tahun 2002 ttg Perlindungan Anak. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.