Kadistrik Mare Sesalkan Tapal Batas Dirusak Kepala Kampung Arne Timur

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com, -Tapal batas wilayah pemerintahan Distrik Mare Selatan dengan distrik Ayamaru Utara kabupaten Maybrat, dirusak oleh kepala kampung Arne Timur.

Saat ditemui media ini, kepala Distrik Mare SelatanWelem Fawan, belum lama ini menyatakan, “saya merasa kesal terhap tindakan kepala kampung Arne Timur Leonard semuanya yang telah melakukan pengerusakan papan nama tapal batas wilayah antara distrik Mare selatan dan Ayamaru Utara.

Pasalnya tampal kami sudah koordinasikan dengan kepala distrik Ayamaru Utara dan beberap pemilik hak wilayah dilokasi tersebut dan sudah final sehingga kami melakukan penancapan papan nama tapal batas wilayah tersebut.

Jarak antara distrik Mare selatan dan Ayamaru Utara itu 12 KM kemudian dibagi menjadi dua, yaitu, Ayamaru Utara mendapat 8 KM sedangkan distrik Mare selatan cuma mendapatkan 4 KM.

Dijelaskan kepala Distrik Mare selatan Welem Fawan S.Pd, bahwa tapal batas merupakan program pemerintah kabupaten maybrat dan juga pernah bupati kepada seluruh distrik dan kampung se kabupaten maybrat untuk tapal batas masing-masing wilayah.

Menindaklanjuti perintah bupati kabupaten maybrat maka kami melakukan tapal batas guna menjawab daerah pengusulan kampung dan dusun persiapan dan juga distrik persiapan”ujar welem Fawan.

Perbuatan Kepala kampung Arne Timur Leonard semuanya itu merukan menantan perintah bupati maybrat, seharusnya seorang kepala kampung harus mengamankan perintah atau kebijakan bupati Maybrat.

Masalah pengrusakan papan nama tapal batas tersebut menjadi masalah sangat serius yang dilakukan oleh seorang kepala kampung Arne Timur Leonard semuanya.

Welem Fawan berharap” Bupati Maybrat segera memanggil kepala kampung Arne Timur Leonard semuanya kemudian memberikan sangsi atau mencopot dari jabatan kepala kampung karena dinilai melawan kebijakan pemerintah kabupaten maybrat” tutup kadis mare selatan welem Fawan.

Saat dikonfirmasi media ini kepada kepala kampung Arne timur Leonard semuanya mengatakan” saya melakukan pembongkaran terhadap papan nama tapal batas wilayah karena belum ada tingkat kordinasi antara Kepala distrik Mare selatan dengan kepala distrik Ayamaru Utara,kepala kampung dan juga pemilik hak Ulayat dilokasi tersebut.

Wilayah tapal batas itu masih wilayah distrik Ayamaru Utara,dan kampung Arne dalam sejarahnya sejak tahun 1950 itu masuk dalam wilayah pemerintahan Administrasi Ayamaru Utara, bukan wilayah Mare, “ujar Leonard semuanya. (ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *