Gandakan Surat Rapit Test Palsu, TDU Alias A Diproses Hukum

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -TDU alias A pelaku pembuat surat Rapit Test atau surat ijin jalan palsu, diproses hukum oleh aparat kepolisian Resort Sorong Kota.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan.SIk.MH melalui Kasubbag Humas Polres Sorong Kota, Ipda DC Bolang mengatakan pada Press Coference, Kamis (10/9/2020), bahwa setelah tim Gugus Tugas berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Kota Sorong kemudian dibuatkan Laporan Polisi LP. No. : LP/759/Vlll/2020/Papua Barat/Res. Sorong Kota, Tgl. 3 Agustus 2020 yang mana Kronologis awalnya sekitar bulan Juni 2020 terduga pelaku TDU Alias A yang kesehariannya bekerja di salah satu jasa pengetikan menyampaikan kepada saksi WM bahwa kalau ada saudara atau keluarga yang mau ke sorong pelaku bisa mcnguruskan surat izin masuknya ke Sorong.

Selanjutnya, kata Ipda Bolang, sekitar bulan Juli 2020 tetangga dari saksi WM atas nama W beserta anaknya R dan HS, dari Bula mau ke Sorong karena ada keluarganya yang sakit dan kemudian menghubungi saksi WM untuk membantu menguruskan Surat Izin Masuk ke Sorong, karena sebelumnya saksi WM pernah disampaikan kalau perlu Surat Izin Masuk dapat mengubungi pelaku sehingga kemudian saksi WM menghubungi pelaku dan menyampaikan kalau ada tetanganya 3 orang dari Bula akan ke Sorong dan kemudian meminta bantuan untuk menguruskannya.

Selanjutnya pelaku meminta identitas orang yang akan ke Sorong lalu pelaku membuatkan Surat Izin Masuknya ke Kota Sorong dengan cara pelaku mengedit Surat Izin Keluar asli atas nama UB yang sebelumnya sudah pelaku foto copy warna dengan menggunakan 1 (satu) unit Laptop merk Asus warna Hitam melalui aplikasi Photoshope lalu menscan tandatangan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Sorong Ibu HERLIN SASABONE,ST lalu mencetak contoh hasilnya dengan dengan Mesin Printer merk Epson L220 warna Hitam, dan setelah hasilnya bagus selanjutnya pelaku mengirimkan filenya kepada saksi WM dan oleh saksi WM dikirimkan ke saudamya yang akan berangkat untuk di cetak.

Kemudian tambah Ipda Bolang, pada 1 Agustus 2020 saat kapal FAJAR BARU masuk ke Kota Sorong tim Gugus Tugas melakukan pemeriksaan Dokumen Izin Masuk Ke Kota Sorong kepada seluruh penumpang kapal dan didapati/temukan salah satu penumpang atas nama W, bersama dengan anaknya R dan HS pada saat dilakukan pengecekan Nomor Surat Izin Masuknya tidak terdata dalam system Tim Gugus Tugas Kota Sorong selanjutnya petugas mempertanyakan siapa yang membuat tersebut dan penumpang tersebut menyampaikan bahwa dirinya meminta bantuan saksi WM dan selanjutnya tim gugus menghubungi saksi WM dan menanyakn proses pembuatan Surat Izin Masuk tersebut dan saksi WM menyampaikan kalau pengurusannya melalui pelaku TDU Alias A dan untuk pembuatan Surat Izin Masuk tersebut saksi WM membayar Rp. 150.000,/orang.

” Barang bukti yang telah diamankan yakni, 1 unit Handphone merk Redmi Note 4 warna Silver, 1 unit Laptop merk Asus wama Hitam. 1 (satu) unit Mesin Printer merk Epson L220 wama Hitam. 1 Lembar Surat Jalan atas nama UB dan A dari Kota Sorong, 1 unit Handphone merk OPPO warna Hitam, 1 Lembar Surat Izin Masuk atas nama W, R dan HS tujuan Sorong Selatan, “beber Ipda Bolang.

” Tindak Pidana dan Pasal yang disangkakan, membuat Surat Palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun penjara yang mana Penanganan perkaranya masih dalam tahap Penyidikan dan sudah tahap 1, “tambah Ipda Bolang yang didamping tim Saber Pungli kota Sorong. (pic)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *