Diduga Pihak Kontraktor ‘Selewengkan’ Dana Pembangunan GARDU Induk Sorong 60 MVA

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Sorong, Honaipapua.com,- Sejak tanggal kontrak Juni 2018 dimulai pengerjaan hingga Juni 2019 batas waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gardu Induk Sorong 60 MVA, yang berada di Kelurahan Giwu, Distrik Klaurung, Kota Sorong, Papua Barat, belum selesai dikerjakan.

Absalom Malaseme, pemilik areal lokasi pembangunan Gardu ketika ditemui Honaipapua.com, Jumat (7/6) menyampaikan, dilihat dari batas waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan ini, tidak mungkin terkejar selesai.

Dikatakan Absalom, pembangunan Gardu milik PT. PLN ini, dikerjakan oleh PT. Malista Konstruksi selaku pemenang tender, dan dikawal dan diawasi oleh TP4D Kejati provinsi Papua, kemungkinan setelah pendatanganan kontrak pasti pihak perusahaan sudah kantongi dana 30 persen dan sebelum pergantian tahun serta sebelum tanggal batas akhir penyelesaian pekerjaan, dana termin berikutnya mungkin sudah diterima juga oleh kontraktor, anehnya hingga saat ini pekerjaan belum selesai dan selain itu pihak kontraktor belum selesai membayar material yang diambil dibeberapa orang, termasuk saya sendiri belum dibayar.

” Ada material yang diambil dari toko Papua Bangunan, PT. Indo Naras selaku Sub Kontraktor juga belum diselesaikan pembayarannya, ini yang saya dan mereka kompak palang tempat lokasi pembangunan Gardu, sampai ada jawaban dari kontraktor, “ungkap Absalom Malaseme.

Menurut Absalom, secara pribadi dari awal dirinya sudah merelakan tempat atau lokasinya untuk dijadikan tempat Gardu PLN. ” Saya sudah bicarakan dengan baik kepada pihak keluarga dan sudah setujui dan tidak ada masalah, tetapi ditengah jalan pembangunannya seperti ini, sehingga saya sedikit kecewa dengan pihak kontraktor yang menurut informasi mendapat pekerjaan yang sama juga di kelurahan Tampa Garam, Distrik Sorong Barat. Satu lokasi pembangunan Gardu saja sudah Macet, apalagi dua lokasi, “bebernya.

Absalom menambahkan, selain pembayaran material yang belum diselesaikan oleh pihak perusahaan, sebelumnya juga para tenaga kerja tukang pun mengalami hal yang sama, tapi akhirnya para tukang tenaga kerja setelah dibayar, mereka sudah berangkat pulang dan saat ini ada 5 orang pekerja yang masih berada di areal camp milik kontraktor.

” Kedepan, saya persilahkan kepada pihak penegak hukum, Kepolisian atau KPK untuk melakukan pemeriksaan atas uang Negara yang dipakai kontraktor untuk pembangunan Gardu PLN, dan juga disarankan kepada pihak PLN, agar lebih jeli lagi untuk seleksi kontraktor yang ikut lelang proyek besar, yang menelan biaya Miliaran Rupiah,”tambah Absalom Malaseme lagi.

Sementara kontraktor dan TP4D Kejati provinsi Papua serta pihak PT. PLN belum ada koneksi untuk dikonfirmasi atas pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gardu tersebut. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *