Diduga Ada Kolusi dalam Seleksi Bawaslu Kota Sorong

sorong raya
Bagikan berita ini
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

SORONG, Honaipapua.com,- Diduga kuat telah terjadi kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan seleksi tim badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sorong periode 2018-2023.

Beberapa orang peserta seleksi pun menyoroti tahapan seleksi yang dimulai sejak Juli 2018 lalu.

Sesuai informasi yang dihimpun media ini, diduga ada istri dari salah satu peserta seleksi Bawaslu yang ikut masuk dalam Tim Seleksi Bawaslu Kota Sorong.

Salah satu peserta seleksi, Isak Sory yang dimintai tanggapannya via ponselnya kemarin, mengaku sangat menyesalkan kondisi tersebut.

Menurut Isak, kalau memang oknum perempuan yang dimaksud itu adalah istri tim seleksi, hal tersebut sebenarnya sudah menyalahi aturan, bahkan informasi itu sudah ditegaskan di dalam persyaratan yang disampaikan Timsel Bawaslu.

“Sesuai peraturan yang disampaikan Timsel kepada kami para peserta itu kan sudah menekankan bahwa tidak boleh ada seperti itu. Sedangkan saat pendaftaran hingga seleksi, ada oknum peserta yang istrinya masuk dalam tim seleksi. Ini kan sudah menyalahi aturan,”lugas mantan wartawan di salah satu media cetak lokal di Kota Sorong ini.

Selain dirinya, kata Isak, peserta seleksi lainnya pun mengeluhkan hal yang sama.

”Bukan saya sendiri yang merasa rancu dengan kondisi tersebut, tetapi juga banyak rekan-rekan saya yang tidak terima dengan kondisi ini. Bahkan di dalam grup WA peserta seleksi pun banyak yang berkomentar sangat tidak setuju,”lugasnya.

“Kalau sesuai aturan kan oknum peserta ini harus dibatalkan keikutsertaannya dalam seleksi, karena itu kan aturan. Masa aturan dikeluarkan tim seleksi dan dilanggar sendiri oleh tim seleksi. Saya secara pribadi sangat menyesalkan kondisi tersebut, terutama cara kerja timsel,”tukas Isak.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Sorong saat ini, James Kastanya SE MM yang dikonfirmasi pun menyampaikan hal yang senada. Meskipun demikian, kata James, adanya dugaan kolusi dalam seleksi harus dikuatkan dengan temuan atau dokumentasi.

”Tapi indikasi seperti itu pasti ada saja,”lugas Kastanya kepada jurnalis media ini di balik ponselnya, kemarin.

“Ada informasi bahwa oknum peserta timsel yang istrinya adalah bagian dari anggota timsel, ini sudah sangat membuat marwah timsel semakin bobrok. Kalau indikasi ini benar maka timsel secara keseluruhan tidak memiliki nilai jual dan tidak memiliki integritas tinggi, karena mereka sebelum masuk ke situ mereka sudah disumpah,”tukas Kastanya.

Ketua Bawaslu Kota Sorong yang masa tugasnya akan berakhir pada 18 Agustus 2018 ini juga menilai bahwa timsel bawaslu tidak membaca pedoman secara baik dan pura-pura tidak tahu dengan hal tersebut.

“Kami sebagai anggota bawaslu saat ini memiliki kredibilitas dan integritas di Kota Sorong, sehingga kita berusaha kembali ke marwah agar semua partai politik dan caleg di Kota Sorong diberikan keadilan. Kami juga tak ingin demokrasi digiring ke arah yang tidak benar,”tambah Kastanya. (Wyr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *