Di Kampung Keyen Mama-Mama Butuh Transportasi Umum, Di Kampung Motlmok Warga Butuh Perubahan

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorsel,Honaipapua.com, -Warga kampung Keyen, Distrik Temimabuan tepatnya Mama-mama yang kesehariannya menjual hasil kebun di pasar keluhkan harga ojek yang melambung.

Nampak salah satu mama, ketika menyampaikan keluhanya dihadapan Paslon nomor 2 Yunus Saflembolo.SE.MTP dan Alexander Dedaida di kampung Keyen.

Saat bertatap muka dengan Pasangan Calon nomor 2 Yunus Saflembolo.SE.MTP dan Alexander Dedaida, mama-mama menyampaikan keluhan mereka selama ini.

” Jualan kami itu setiap hari dari hasil berkebun adalah, Sayur dan Ubi-Ubian yang harganya sama dengan harga ojek, misalnya Sayur perikatnya Rp.10.000 dan Ubi harganya Rp.20.000, dan kalau kami jualan dari pagi sampai sore pulang ke rumah kampung Keyen, harga ojeknya masih murah Rp.10-15 ribu tetapi kalau jualan sampai malam harga ojek sudah naik Rp.20-30 ribu, “keluh salah satu mama dihadapan Paslon Yunus Saflembolo.

Jadi, harapan kami mama-mama yang setiap hari berjualan dipasar kepada anak Yunus Saflembolo kedepan terpilih menjadi Bupati, tolong perhatikan dan lihat kami.

” Sekali lagi saya minta tolong, kepada anak Calon Bupati Yunus Saflembolo agar kedepan bisa beli Mobil penumpang Bus atau Damri untuk melayani kami masyarakat kecil ini yang setiap hari berjualan di pasar, “harap mama lagi.

Nampak Paslon nomor 2 Yunus Saflembolo.SE.MTP dan Alexander Dedaida foto bersama warga di kampung Motlmok

Sementara di kampung Motlmok, Saiful salah satu warga yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi juga dihadapan Paslon nomor 2 menyampaikan bahwa dirinya bersama warga butuh perubahan.

” Kami tidak bicara panjang lebar disini, nanti dibilang jelek-jelekan kandidat lain, untuk itu, dengan kedatangan Bapak Yunus dibkampung Motlmok melihat warga yang kesehariannya petani ini, kiranya kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup kami sesuai Visi dan Misi, “singkatnya.

Menjawab keluhan dan harapan warga di dua kampung itu, Yunus Saflembolo mengatakan, sejak sekian puluh tahun merantau dan membangun ditanah orang, dirinya merasa terpanggil kembali ke Sorong Selatan untuk membawa perubahan.

” Yang pertama adalah saya anak asli Tehit, dan ketika mendengar dan saya datang melihat secara nyata beberapa tahun lalu sebelum tahapan Pilkada berjalan, saya lihat kondisi pembangunan di kabupaten ini seperti yang disampaikan oleh masyarakat, maka dari hati yang paling dalam, saya merasa terpanggil untuk pulang ke kampung halaman saya ini dengan tujuan untuk membawa perubahan, “jawab Yunus Saflembolo seraya menambahkan kepada masyarakat bahwa kalau mau ingin perubahan dukung atau pilih nomor 2. (pic)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *