Demo Damai Pemuda Dan Mahasiswa Minta KPK Segera Mengaudit APBD Raja Ampat Tahun 2020-2021

sorong raya
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Raja Ampat, Kamis 22/09/2022 melakukan aksi demo damai di Kantor Bupati Raja Ampat.

Demo damai solidaritas pemuda dan mahasiswa Raja Ampat, terkait penyalahgunaan anggaran pemda Kabupaten Raja Ampat.

Pantauan media ini, masa aksi demo damai yang di koordinir oleh Endi Mambrasar, memulai titik start dari pantai Waisai Torang Cinta( WTC) sekitar pukul 10:00 Wit. Masa yang berjumlah sekitar puluhan orang itu dengan menggunakan truk dan berjalan kaki. Mereka memutari pasar mbilim Kayam menuju kantor Bupati.

Dalam orasi yang disampaikan saat menuju kantor Bupati Raja Ampat, meminta kepada masyarakat Raja Ampat untuk turun bersama-sama menyuarakan aspirasinya.

” Kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk turun bersama kami, menyampaikan keluh kesahnya kepada pemerintah daerah, karena selama ini dilihat ketimpangan ekonomi yang masih sangat besar di Kabupaten Raja Ampat” ujar Yohan Sauyai Ketua GRD Raja Ampat

Mereka juga mengatakan bahwa aksi demo damai ini murni dari  mahasiswa dan pemuda Raja Ampat, yang merasa bahwa pemerintah daerah tidak mampu mensejahterakan masyarakat, hal itu terbukti masih ada ketimpangan perekonomian hingga saat ini.

Aksi yang dijaga ketat oleh aparat keamanan dari polres Raja Ampat berjalan aman dan lancar. Hal itu terbukti dari awal mula start dari pantai WTC menyusuri pasar pinang hingga pintu masuk kantor Bupati masih aman terkendali.

Dibawa terik matahari yang menyengat, kepala mereka namun demi menyuarakan hak-hak masyarakat dari 117 kampung. Para pemuda dan mahasiswa dengan gigih maju tanpa henti.

Dengan berbagai orasinya seperti yang dibawakan oleh Muhammad damin Lei tafalas dalam orasinya menekankan kepada Pemda Raja Ampat untuk terbuka dalam transparansi anggaran. Baik itu anggaran ADD dan DDS, karena menurutnya selama ini terkesan Pemda Raja Ampat sedang menutupi kejahatan terselubung dan kongkalikong.

Lei tafalas juga dengan tegas berdiri diatas mimbar sebuah mobil Pickap mengatakan bahwa diduga ada terjadi perselingkuhan antara pihak DPRD dan Pemda Raja Ampat. Karena dari beberapa waktu lalu lewat orasi yang sama, DPR juga tidak berani membuka suara

” Kami duga ada terjadi perselingkuhan antara DPRD Raja Ampat dan Pemda Raja Ampat terkait penggunaan anggaran, kami minta agar pihak terkait untuk mengusut penyalahgunaan anggaran di Pemda Raja Ampat..tegasnya Berapi-api.

Oleh sebab itu lanjut Lei Tafalas, kami meminta segera kepada Pemda Raja Ampat untuk terbuka kepada masyarakat Raja Ampat karena kami ada disini. Mewakil masyarakat dari 117 kampung.

Orasi yang dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa Raja Ampat terhenti di pintu masuk kantor Bupati Raja Ampat. Namun ketika hendak memasuki kantor Bupati. Satpol PP dan aparat keamanan telah memblokade pintu masuk. Akhirnya aksi massa dilakukan didepan pintu gerbang.

Didepan pintu gerbang, Ketua GRD Raja Ampat  Yohan Sauyai dengan semangat berorasi agar pimpinan daerah harus hadir ditempat ini mendengar orasi ini.

” Kami minta Bupati, sekda, Kepala badan keuangan, kepala DPMK harus hadir disini supaya menjelaskan masalah yang sedang terjadi jangan takut dan bersembunyi” tegas Yohan.

Aksi massa yang berpusat didepan gerbang masuk kantor Bupati Raja Ampat akhirnya didatangi oleh sekda, dan asisten. Ketika hadirnya sekda mereka pun dengan semangat dan berapi-api melontarkan orasinya yang langsung didengar oleh sekda Raja Ampat

Orasi yang berjalan sekitar 3 jam itu terhenti dengan diserahkannya tuntutan dari koordinator aksi massa menyerahkan 3 tuntutan. Dari tiga tuntutan yang paling menonjol adalah mereka meminta kepada KPK untuk turun mengaudit APBD Raja Ampat tahun 2020-2021 Kabupaten Raja Ampat.

Kemudian meminta pemda untuk menjelaskan Dana ADD tahun 2022 yang dibayarkan 20 persen padahal sesuai pernyataan sekda saat pertemuan di DPRD bahwa nanti dibayarkan 40 persen.

Dan meminta kepada Bupati Raja Ampat mengevaluasi kinerja OPD-OPD dilingkungan Pemda Raja Ampat.

Sekda Raja Ampat, Dr. Jusuf Salim,.M.Si dalam arahan singkat menyampaikan terima kasih kepada para pendemo, karena menurutnya ini adalah sebuah demokrasi.

” Kami menyambut baik aksi ini dan kami akan menindaklanjutinya, kalau memang ada dugaan tetap kami minta kepada aparat penegak hukum untuk turun memeriksa” tutur sekda.

Usai menyerahkan tuntutan selanjutnya massa membubarkan diri dengan tertib dan dijaga oleh aparat keamanan dari polres Raja Ampat. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.