Bina Pemuda, PAM Klasis Ayamaru Lakukan kegiatan Lokakarya dan MPO

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com, -Pdt.Abraham Semunya S.Si secara resmi membuka kegiatan lokakarya dan Masa Pengenalan Organisasi (MPO) PAM tingkat Klasis Ayamaru, kabupaten Maybrat yang bertempat di jemaat GKI Pengharapan Sire, Distrik Mare Selatan.

Pdt.Abraham Semunya S.Si dalam sambutannya bahwa, melalui lokakarya dan pelatihan masa pengenalan organisasi (MPO ) bagi pemuda yang akan digelar selama dua hari ini (26-27) merupakan tulang punggung, supaya dapat mengubah pemuda benar-benar berkarakter Kristus dalam pelayanan di masing-masing jemaat yang ada di wilayah Klasis Ayamaru.

Pemuda harus menunjukkan integritas Gereja, sebagai Garam dan Terang ditengah persekutuan jemaat dan juga Gereja.

Pdt.Abraham Semunya, berharap kepada semua peserta yang mengikuti kegiatan lokakarya dan MPO secara baik, sampai selesai, kemudian kembali ke jemaat masing-masing, untuk diterapkan kepada pemuda yang ada, demi meningkatkan mutu pelayanan pemuda ditingkat Jemaat itu kedepan.

Stevanus Nauw, selaku koordinator PAM tingkat Klasis Ayamaru menjelaskan, yang menjadi Landasan dalam kegiatan tersebut, adalah jadilah pemuda yang berkarakter Kristus dan pemuda harus menciptakan kedamaian, keadilan, kesejahteraan ditengah-tengah jemaat, ditingkat Klasis Ayamaru, kabupaten Maybrat.

Menidaklanjuti program dari tingkat Klasis, yaitu, Rapat Kerja (Raker) ke II tahun 2019 ini, guna melakukan kegiatan Lokakarya dan masa pengenalan organisasi kepada 135 pemuda Gereja, dari 27 Jemaat yang berada di Klasis Ayamaru, guna pemuda, bagimana mengenal diri dan jati diri pengenalan organisasi pemuda, baik itu tingkat jemaat, Klasis dan tingkat Sinode agar, pemuda dapat memahami dalam pelayanan dan pekerjaan di masing-masing jemaat, supaya garis kordinasi itu terarah, berdasarkan Firman Tuhan sebagai dasar untuk mengacu pemuda kedepan.

Seperti yang tertulis dalam Injil Timotius pasasl 1 ayat 12, bahwa, pemuda harus jadi teladan, sehingga perlu ada pembinaan, pelatihan, agar kedepan bisa menjadi pemuda yang teladani.

Materi yang disampaikan oleh pembawa menteri dalm kegiatan tersebut terdiri dari pedoman pelayanan PAM, wawasan kebangsaan dan PAM GKI kedepan, kepemimpinan Kristen, pengenalan struktur organisasi PAM GKI, pemuda berkarakter Kristus, dan manajemen Ekonomi.

Estevanus Nauw, berharap peserta harus tekun mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik, agar dapat memberikan manfaat bagi pemuda dan Gereja. (Ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *