Angka Kriminalitas 2019 Di Polres Sorong Kota Meningkat

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong,Honaipapua.com, -Kinerja kepolisian khususnya Polres Sorong Sorong kota untuk menjadi acuan kinerja dari satuan Polres Sorong kota sendiri dan kriminalitas Polres Sorong kota di tahun 2018 ada 2.201 kasus dan tahun 2019 ada 2.368 kasus ada peningkatan sebanyak 167 kejadian.

Kapolres Sorong Kota AKBP.Mariochristy P.S. Siregar, S.Ik. MH didampingi Wakapolres dan sejumlah perwira, diruang Data Mapolres Sorong Kota, Senin (30/12) siang menyampaikan, Gangguan Kamtibmas di wilayah Polres Sorong kota itu, merupakan keren total di tahun 2019 gabungan dari laporan polisi yang diterima Polres dan Polsek untuk di tahun 2018 ada 1.134 kasus di tahun 2019 ada 1.164.

Dikatakannya, Kasus ada penurunan sebanyak 30 kasus untuk perbandingan 2018 dan 2019 itu disebabkan dikarenakan di puncak di penghujung tahun ada kasus yang menjadi sangat atensi yang sifatnya skalanya nasional yang harus kita kerjakan secara bersama-sama dan melibatkan jumlah personel gabungan yang sangat banyak.

Menurut Kapolres, selang waktu terjadinya tindak pidana di tahun 2018 setiap 3 jam 58 menit dan 48 detik terjadi 1 gangguan Kamtibmas di wilayah kota Sorong sedangkan di tahun 2019 setiap 3 jam 41 menit dan 24 detik terjadi 1 gangguan Kamtibmas di wilayah Polres Sorong kota sehingga perbandingan 2018 dan 2019 ada kenaikan sebesar 70 persen, dimana setiap 17 menit dan 24 detik peningkatan perbandingan antara tahun 2018 dengan tahun 2019 risiko penduduk yang terkena tindak pidana di tahun 2018 ada 945 jiwa dan di tahun 2019 ada 1017 jiwa, ada peningkatan tren kenaikan sebanyak 72 jumlah penduduk di Kota Sorong yang menjadi korban tindak pidana.

Laporan tersebut, kata Kapolres, merupakan gabungan dari Polres dan Polsek yang ada di wilayah Polres Sorong kota dan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi data gangguan Kamtibmas yang terjadi selama 2019 Polres Sorong kota telah berhasil menyelesaikan keren kelereng sebanyak 46% dari jumlah laporan ataupun perkara yang dilakukan di Polres maupun di Polsek jajaran Polsek Sorong kota keberhasilan Polres Sorong kota dan jajaran didalam menyelesaikan perkara tersebut.

” Hal ini merupakan gambaran peningkatan dari kualitas sumber daya personil Polres Sorong kota serta perubahan kultur dan mindset Polri, khususnya Polres Sorong kota menuju polisi yang modern profesional dan terpercaya, “ungkapnya.

Sedangkan meningkatnya jumlah perkara atau laporan yang diterima dari petugas Yang dilaporkan masyarakat ke Polres maupun ke Polsek merupakan suatu indikator bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, baik kemampuan maupun pelayanan Polri terhadap masyarakat dan tidak dapat dipungkiri bahwa dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Khususnya di Polres Sorong kota, masyarakat tidak perlu merasa takut tidak perlu merasa disusahkan atau disulitkan dan tidak ada yang merasa tidak dilayani dan tidak dilindungi maupun tidak diayomi, sehingga segala aduan maupun laporan polisi dari masyarakat sesuai dengan prosedur kita tindak lanjuti dan menunjukkan profesionalitas dari Polres Sorong kota untuk kejahatan ataupun ranking kejahatan di kepolisian khususnya Polres Sorong kota.

Penurunan sebanyak 30 kasus untuk perbandingan 2018 dan 2019 itu disebabkan dikarenakan dikunci di penghujung tahun ada kasus yang menjadi sangat apaan sih yang sifatnya segalanya nasional yang harus kita kerjakan secara bersama-sama dan melibatkan jumlah personil gabungan yang sangat banyak hanya untuk semua kejadian di tahun 2018 setiap 3 jam 58 menit 8 detik terjadi suatu gangguan Kamtibmas dewa 19 setiap 3 jam 41 menit 24 terjadi suatu gangguan ditahun 2019 ada 33 korban meninggal dunia untuk kerugian materiil di tahun 2018, 525 juta dan di tahun 2019 sebanyak 584 juta.

” Untuk kenaikan 40 kasus kejadian Lakalantas tersebut, penyebab utamanya adalah pengemudi kendaraan bermotor tidak dapat mengemudikan dan dengan penuh kesadaran atau dengan kata lain disebabkan oleh pengaruh miras dan alkohol dan yang keduanya adalah pengemudi kendaraan bermotor tidak mematuhi aturan keselamatan pada saat mengemudikan kendaraan bermotor khususnya roda dua tidak menggunakan helm sehingga mengakibatkan tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, “terang Kapolres.

Ia menambahkan, sedangkan untuk korban maupun pelaku dari kecelakaan lalu lintas didominasi oleh usia remaja sehingga usia remaja yang saya katakan belum memenuhi syarat untuk mengendarai kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada para orangtua agar bisa mengharapkan peran dari orang tua membantu kami juga pihak kepolisian mengimbau anak-anaknya untuk tidak memberikan izin kepada Putra maupun Putri nya mengemudikan kendaraan bermotor bagi usia yang belum cukup dan belum Mahir mengendarai kendaraan bermotor.

” Untuk data pelanggaran tilang di tahun 2018 ada 1.169 lembar tilang di tahun 2019 ada 1.435 lembar tilang angka kenaikan jumlah lembar tilang di tahun 2018 berbanding 2019 sebanyak 266 lebih tinggi penindakan menggunakan tilang di tahun 2019 dibandingkan, untuk teguran di tahun 2018 550 teguran dan di tahun 2019 ada 335 teguran. Dilihat ada penurunan sebanyak 215, namun untuk penindakan kita lebih menggunakan tilang, sebagai upaya memberikan kepastian kepada pengguna jalan kita upayakan melalui operasi simpatik operasi keselamatan berlalu lintas maupun edukasi lalu lintas yang memasuki kepada sekolah-sekolah, usia remaja melalui sosialisasi dan himbauan maupun edukasi lanjutan, “tambahnya. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *