Aksi Demo Pencaker Maybrat Pertanyakan Hasil CAT CPNS 2019

sorong raya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MAYBRAT, Honaipapua.com,- Masa yang diperkirakan kurang lebihnya 200 orang menamakan diri Forum Pemuda Peduli Pencaker Maybrat, mendatangi halaman kantor Bupati Maybrat dan diterima langsung Bupati Kabupaten Maybrat, Drs.Bernard Sagrim.MM, didampingi Sekda Maybrat, kepala BKD Maybrat dan pimpinan OPD lainnya, Senin, (17/6).

Kordinator Aksi, Naftali Kinho, yang ditemui usai menyampaikan aspirasi, mengatakan, dirinya dan masa meminta kepada pemerintah Kabupaten Maybrat, untuk mengawal dan mengontrol hasil testing CPNS formasi 2018 dengan sistem CAT, agar terbuka bagi seluruh masyarakat Maybrat, terlebih khususnya para pencari kerja (Pencaker) yang mengikuti testing pada 14 Maret 2019 lalu.

“ Kami berharap, bila penentuan hasil testing dikembalikan ke pemerintahan daerah, maka perlu memperhatikan kearifan lokal sesuai komitmen Bupati Maybrat, bahwa akan memperhatikan marga yang langka di wilayah pemerintahan Kabupaten Maybrat. Jadi, hasil yang diumumkan juga disesuaikan dengan hasil testingnya, tidak boleh ada permainan sana-sini yang akan merugikan orang Maybrat sendiri, ”terangnya.

Menurutnya, tidak boleh ada permaianan atau manipulasi oleh pejabat atau oknum tertentu terkait hasil testing ini, yang nantinya merugikan anak-anak Maybrat. Sebab, lanjut dia, kuota yang ditentukan bagi Maybrat itu hanya 542 sedangkan Pencaker itu mencapai 2 Ribu orang lebih. Untuk itu, Aksi yang dilakukan saat ini, kata dia, agar adanya transparansi penyelenggara maupun dinas teknis untuk peserta testing dan masyarakat Maybrat.

Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim, MM dalam arahannya, saat menerima aksi masa mengatakan, dari sejumlah tulisan yang ditampilkan maupun orasi tadi disampaikan, sudah menyimak secara baik. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan yaitu, aksi yang dilakukan saat ini dari pencaker.

“ Masalah testing yang dilakukan dengan pola CAT itu sampai hari ini, belum ada informasi yang didapat dari pemerintah pusat, selalu disampaikan lewat media cetak, online dan apel pagi. Sebenarnya anak-anak harus percaya, mau percaya siapa lagi, tidak mungkin bicara di Apel dan media berbeda dengan saat ini, saya kira itu sama saja,”ucap Bupati Sagrim.

Lanjut Bupati, sewaktu menyampaikan arahan di unit Kanreg (Kantor Regional) di Sorong, kata Bupati bahwa pihaknya hanya memfasilitasi saja dengan tanda tangan pengumuman untuk tempel. Nasehat-nasehat supaya Pencaker siapkan berkas secara baik, pahami sistem kerja computer bagaimana, hanya sampai disitu dan tidak ada kewenangan yang diberikan.

“ Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil itu sudah dikirim dari BKN pusat, maka kepala-kepala daerah akan dipanggil, untuk dipresentasikan hasil tes ini. Khusus orang asli Papua itu seperti apa, apakah nilai yang ditempuh hanya rata-rata dibawah 200 sedangkan nilai standar itu sekitar 280 atau 300 lebih, itu baru lolos murni, kalau dibawah itu kita bicarakan lagi,”tandasnya.

Kalau pemerintah pusat dari 200 tetapi dikasih perangkingan dan ditentukan kepala daerah. “Berarti kami akan sampaikan lagi, dan kita melihat soal keseimbangan wilayah dan marga-marga mana yang sedikit terakses di birokrasi, itu kalau ada kewenangan maka itu diperhatikan, tetapi kalau pemerintah pusat menentukan yang mendapat nilai tertinggi, itulah yang lolos maka pemerintah daerah juga tidak buat apa-apa, “jelasnya.

Orang nomor satu di Maybrat ini berharap, ada oknum yang mengatasnamakan pejabat daerah minta nomor tes dan tebusan sekian, disampaikan saat ini bahwa itu pribadi orang, tidak ada kaitan dengan pemerintah terkait hasil testin itu.

“ Minta nomor dan jaminan apa pun tidak boleh, kalau ada yang minta bawa barang bukti laporkan ke Polisi di masing-masing sektor yang ada di Maybrat, setelah dapat informasi hasil testing dari pemerintah pusat akan disampaikan, ”tuturnya. (nes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *