7 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pengeroyokan Di Pantai WTC.” ini Kronologisnya”

sorong raya
Bagikan berita ini

Waisai,Honaipapua.com, -Polres Raja Ampat  Jumat, 30/09/2022 merilis kasus pengoroyokan yang menyebabkan korban HR meninggal dunia di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC).

Press Release Kasus Pengeroyokan Yang menyebabkan Korban HR Meninggal Dunia

Pengeroyokan HR telah ditetapkan 7 orang tersangka. Antara lain Inisial DAY, MD, YW, SYK, YVK, HCLW, EK.

Kapolres Raja Ampat, AKBP.Edwin Parsaoran, S.IK.M.IK didampingi Kasat Reskrim IPTU. Danny Afrizal Saputra, S,Tr.k mengatakan, kasus dugaan pidana penganiayaan secara terbuka dan bersama-sama mengakibatkan orang meninggal dunia terjadi di pantai WTC tanggal 09/09/2022.

Menurut kronologisnya, korban HR saat itu selesai mengikuti acara HUT Partai Demokrat di Pantai WTC. Dan sekitar pukul 00.00 Wit korban bersama temannya duduk diseputaran patung lumba-lumba sebelah kanan.

Kemudian selang beberapa saat, datanglah si EK dari dalam pantai WTC, dengan jarak antara pelaku dan korban sekitar 3-4 meter menantang korban dengan kalimat” Ko Cuma Bicara Banyak saja” dan ditanggapi oleh korban dengan kalimat” kamu cuma pukul borong saja”.

Setelah itu, EK kembali ke arah panggung hiburan di dalam pantai WTC. Sesaat kemudian datanglah MD dan DAY menyerang korban yang berada tepat di punggung patung lumba-lumba dan disusul oleh YW dan YVK.

Akibat pukulan dari DAY korban jatuh kedalam kolam pantung lumba-lumba. Pada saat korban jatuh, datanglah SYK dan HCLW dan bergabung bersama rekan-rekannya yang lain. Dengan situasi begitu korban pun sulit untuk menghindar dari pelaku, sehingga baju yang dikenakan korban robek dibagian leher, akibat ditarik oleh salah satu pelaku.

Pelaku yang masih sementara dikeroyok didatangi saksi HR yang merupakan orang tua atau Ibu dari korban untuk melerai, tetapi dikarenakan saksi adalah seorang Wanita yang notabene tidak mampu menghadapi massa akhirnya datanglah saksi RM untuk membantu.

Setelah korban berhasil dilerai oleh saksi RM maka datanglah petugas dan mengamankan pelaku ke pos polisi dan korban pulang kerumahnya. Terang Kapolres.

Keterangan ini merupakan keterangan awal sebelum korban tewas dikeroyok massa..kata Kapolres.

Nah, lanjut Kapolres, setelah pelaku diamankan dan korban kembali rumahnya. Setibanya dirumah. Korban menyampaikan kepada saksi ICLR untuk tenang dirumah. Sesaat kemudian ada teriakan suara dari luar rumah yang mengatakan” Gara-gara kamu, saya punya mama mantu hampir mati didepan cafe Aska”.

Mendengar teriakan tersebut, si korban pun mengambil gergaji dan keluar dari rumahnya sambil diikuti oleh saksi ICLR, ke arah pertigaan depan pintu masuk pantai WTC. Dan terjadilah pengeroyokan di tempat tersebut oleh para pelaku yang telah disebutkan tadi.

Saat pengeroyokan terjadi, petugas sedang berusaha membubarkan massa dengan melepaskan tembakan sebanyak 1 kali. Mendengar tembakan itu, massa pun bubar dan meninggalkan korban tergeletak di jalan. Kemudian petugas mengangkat korban dan membawanya ke rumah sakit umum daerah Waisai. Dan mengamankan barang bukti berupa satu buah kayu ukuran 5×5 yang dipegang pelaku dan juga gergaji yang dibawa korban.

Keesokan harinya, sekitar pukul 10:00 Wit, korban dikabarkan dari rumah sakit telah meninggal dunia dan sekitar pukul 19:00 Wit petugas mengamankan para pelaku.

Dikatakan oleh Kapolres bahwa kasus pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa seseorang, kita tetapkan dengan pasal 170, ayat 2 dan 3, KUA Pidana subsider 351 ayat 3 dengan ancaman kurangan penjara maksimal 12 tahun.

Lanjut Kapolres, untuk motiv perbuatan adalah masalah dari sebagian pelaku pada kejadian sebelumnya. ujar Kapolres.

Sementara itu, langkah-langkah yang diambil, yakni, melakukan cek atau olah TKP, pemeriksaan saksi dan tersangka, penyitaan barang bukti, penahanan terhadap tersangka, melaksanakan gelar perkara, melengkapi administrasi kelengkapan berkas perkara guna proses lebih lanjut.

Sedangkan untuk meredam adanya pergolakan massa atas kejadian ini, saya sebagai Kapolres dan pak wakil bupati datang ke acara pemakaman sehingga kita berupaya meredam situasi tetap kondusif.

Disinggung apakah ada penambahan tersangka, Kapolres dengan tegas menambahkan, untuk sementara 7 orang ini. Namun tidak menutup kemungkinan masih bisa ada penambahan tersangka dan itu nantinya melalui pengembangan penyidikan oleh kami. (Caken)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *