Pemimpin Yang Berpikir Negatif Tidak Bisa Bangun Papua

Serba-serbi
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAYAPURA, Honaipapua.com,- Pasangan calon petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP MH – Klemen Tinal, SE MM mengaku optimis menang setelah mengikuti tiga kali debat kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018 – 2023.

Calon petahana Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE MM mengatakan saat ini masyarakat Papua membutuhkan figure kepala daerah yang siap membangun Papua dengan hati yang bersih dan berjiwa besar serta mampu mengatasi tantangan.

“Jadi, kalau premis yang dibangun selalu berpikir yang negatif, asumsinya negative terus itu tidak bisa membangun Papua. Pemimpin yang berpikir negative tidak bisa bangun Papua. Kita harus berpikir positif kita harus berjiwa besar dan harus punya kapasitas dan kwalitas untuk konteks Papua begitu luar biasa dengan berbagai tantangan yang ada,” kata Klemen Tinal menjawab pertanyaan JWW saat debat kandidat III di Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Terkait dengan kemiskinan absolute dan struktural, kata Klemen, kemiskinan di Papua harus diakui bahwa tingkat inflasi begitu tinggi sampai 300 %, harga semen Rp. 2,5 juta per sak bagaimana bisa membangun jalan dan lain sebagainya, konektivitas tidak ada tapi tetap optimis dengan terus menerus pembangunan yang terjadi hari ini di Provinsi Papua.

“Presiden Jokowi turunkan harga BBM menjadi satu harga dan lain sebagainya memberikan harapan baru kepada rakyat Papua bahwa, kedepan kita akan lebih baik dan menjadi contoh buat saudara – saudara kita yang lain,” ujar Klemen Tinal.

Sementara itu, calon petahana Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kemiskinan absolute di Papua karena sistem yang lama dan cukup panjang sejak integrasi Papua tahun 1969 membuat harga barang di Papua luar biasa.

“Ini kemiskinan kita luar biasa karena sejak 1969 denga jangka yang panjang kemudian harga – harga yang semakin mahal itu yang saya sebut kemiskinan absolute sistem yang membuat kita seperti itu tapi hari ini kita sudah balik ini bagaimana PDRB kita sudah semakin naik,” jelas Lukas Enembe.

Contoh kasus, kata Enembe, saat ini banyak orang asli Papua di Kabupaten – kabupaten se – Provinsi Papua masih miskin karena belum memiliki rumah sendiri. “Itu yang membuat kita orang Papua menjadi kemiskinan absolute,” ujar Enembe.

Ini menunjukan bahwa kemajuan yang kita kejar ini sudah capai dan tentu kita kerja keras untuk keluar dari kemiskinan absolute.

“Bukti hari ini orang Papua banyak miskin dimana – mana seluruh Provinsi Papua itu yang saya sebut kemiskinan absolute karena sistem yang membuat kita seperti itu, sehingga kita berusaha kerja keras memperbaiki taraf hidup orang Papua,” katanya. (bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *