Disnaker Prov PB Beri Santunan Jaminan Kematian BPJS Tenaga Kerja

Serba-serbi
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -PTSP Provinsi Papua Barat melalui Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnaketrans Papua Barat memberikan santunan jaminan kematian bagi salah satu tenaga kerja asal Kaimana. Pemberian santunan jaminan kematian ini akibat kecelakaan kerja beberapa waktu yang lalu oleh penerima. Pemberian santunan jaminan BJPS Ketenaga Kerjaan ini diberikan langsung oleh Kapala Bidang Hubinaker, Ermawati Siregar, SH,MH didampingi Kepala PTSP Kabupaten Kaimana, Siti Rahma Iribaram, SE, M.Si, di Kantor TKPTSP Kabupaten Kaimana, Kamis (28/1).

Kabid Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnaketrans PB, Ermawati Siregar, SH, MH dan Kepala Dinas TKPTSP Kabupaten Kaimana, Siti Rahma Iribaram, SE, M.Si

“Jadi, santunan yang barusan tadi kami berikan kepada penerima ini adalah jaminan kematian dan kecelakaan kerja. Untuk penerima santunan kecelakaan, kalau meninggal pasti ahli warisnya akan mendapatkan 42 juta rupiah dan itupun karena meninggal biasa. Jika meninggal akibat kecelakaan kerja, maka nilainya juga berbeda lagi,” ungkapnya.

Penerima Santunan Jaminan Kematian Tangan Kasih

Menurutnya, saat ini masih ada satu lagi penerima bantuan tangan kasih, ada yang mengalami kecelakaan dilaut dan pihaknya akan mengecek kebenaran laporan tersebut, sehingga dapat di urus secepatnya.

“Nah, ini informasi yang mengatakan bahwa satu lagi yang mengalami kecelakaan di laut. Itu juga nanti kita akan lihat, sejauh mana kecelakaannya. Apakah dari kecelakaan tersebut, mengakibatkan cacat permanen atau tidak. Kalau memang ada cacat permanen, maka tentunya dia akan mendapatkan jaminan pengobatan dari BPJS Tenaga Kerja,” ujarnya.

Menurut Ermawati, seseorang yang masuk dalam BPJS Tenaga Kerja, dan ketika terjadi kecelakaan dalam bekerja, maka yang bersangkutan akan mendapatkan jaminan pengobatan secara gratis dari BPJS Tenaga Kerja.

“Untuk jaminan pengobatan ini, dia sifatnya unlimited, sehingga tidak ada batasnya, sampai yang bersangkutan benar-benar sembuh. Inilah jaminan sosial tenaga kerja. Jadi tidak ada pembatasan ketiak yang bersangkutan berobat,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa, sebagai akibat dari kecelakaan kerja yang dialami oleh peserta BPJS Tenaga Kerja, dan bersangkutan sudah tidak bisa bekerja, maka gaji atau upah yang bersangkutan akan dibayarkan BPJS Tenaga Kerja setiap bulan.

“Dan upah selama yang bersangkutan tidak mampu bekerja ini juga akan dibayarkan. Tentunya ketidakmampuan kerja oleh yang bersangkutan ini sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Karena ketentuan dari ketenagakerjaan bahwa, akibat dari kecelakaan kerja membuat orang tidak mampu bekerja, maka upah selama yang bersangkutan tidak mampu bekerja ini, akan dibayar oleh BPJS Tenaga Kerja. Kemarin ada paket minimal dan kalau tidak salah itu, satu juta rupiah sebulan. Tetapi kalau yang bersangkutan ini dia pekerja formal dan katakanlah gajinya 5 juta rupiah perbulan, maka gajinya 5 juta ini akan dibayarkan setiap bulan. Itu bedanya, karena ini kan paket minimal,” tambahnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *