Wabup Hasbulla : Mari Wujudkan dan Terus Jaga Toleransi di Kaimana

Seni & Budaya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Wakil Bupati Kaimana, Hasbulla Furuada, SP meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Kaimana untuk terus menjaga dan memelihara serta meningkatkan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kaimana. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Konfercab III GMKI Kabupaten Kaimana di Grand Papua Hotel, Jumat (20/8).

Wabup Kaimana, Hasbulla Furuada,SP

Menurutnya, toleransi antar umat beragama dan sesame harus terus dipupuk, sehingga Kaimana bisa dijuluki sebagai kota toleransi terbaik se-Tanah Papua.

” Saya secara pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman GMKI yang sudah mempercayakan saya sebagai Ketua Panitia Konfercab III GMKI Kabupaten Kaimana. Mungkin untuk seluruh Tanah Papua bahwa, sebuah kegiatan Konfercab Organisasi Kristen, tetapi yang menjadi ketua panitia adalah seorang muslim, “ungkapnya.

Lanjut Wabup Hasbulla, kondisi seperti ini sudah secara turun temurun di wariskan oleh orang tua-tua dulu kepada seluruh anaknya maupun cucu-cucunya. Pesan leluhur dan orang tua-tua kami kepada kami anak dan cucunya di Kaimana, bagaimana supaya kami terus menjalin hubungan harmonis dengan semua orang, “0 ujarnya.

Untuk itu, toleransi yang sudah ada sejak jaman dulu ini jangan sampai tergores atau dilukai. Orang tua pesan begini, siapapun dia dan darimanapun dia, kalau dia datang dan hidup disini, maka ketika makan, jangan bawa piring dari luar. Tetapi makanlah dengan piring yang ada disini. Ketika dia minum, jangan bawa gelas dari luar, tetapi minumlah dengan gelas yang ada disini. Ketika tidur, jangan bawa tikar dan bantal dari luar, tetapi tidurlah dengan tikar dan bantal yang ada disini. Itulah pesan orang tua-tua kami yang akan kami ingat selamanya, “tuturnya.

Wabup Hasbulla juga mengatakan bahwa, toleransi ini merupakan kekuatan bagi tercapainya pembangunan yang ada di Kabupaten Kaimana. Sehingga dinegeri ini, ada ketua pembangunan gereja dari Islam. Ada juga ketua panitia pembangunan masjid dari Kristen. Ini mungkin tidak ada didaerah lain, dan hanya ada di Kaimana. “Untuk itu, toleransi yang sudah dibangun sejak dulu ini, harus terus kita pupuk, sehingga niat kita untuk menjadikan kota Kaimana ini sebagai kota toleransi bisa terwujud, pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *