Ketua BP AM Sinode Himbau Jemaat Bersatu Untuk Bangun Kantor Klasis

Seni & Budaya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Teminabuan,Honaipapua. com,- Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th bersama unsur pemerintah daerah Senin (10/6) kemarin, meletakan batu pertama pembangunan Kantor Klasis Bakal Klasis GKI Sawiat.

Lokasi pembangunan Kantor Klasis Bakal Klasis GKI Sawiat ini terletak di Kampung Klamit, Distrik Salkma – Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel).

Pdt. Andrikus Mofu, M.Th dalam sambutannya, menyampaikan, momen Pentakosta Kedua ini kiranya Roh Kudus hadir dan berkarya di tengah seluruh jemaat, sehingga pergumulan untuk pembangunan gedung Kantor Klasis Bakal Klasis GKI Sawiat, dapat dikerjakan selesai dengan baik dan tepat waktu.

Dirinya berharap agar kiranya seluruh jemaat selalu bersatu, untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan gedung ini yang bertujuan untuk pelayanan jemaat. Yakni gedung itu akan berfungsi sebagai tempat menyimpan arsip-arsip gereja, tempat bekerja badan pekerja klasis untuk perencanaan dan pembangunan pengembangan iman jemaat dan sebagainya.

Sehubungan dengan pembangunan gedung tersebut, pihaknya atas nama pribadi dan BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Baik itu melalui tenaga, maupun secara materi. Diharapkan, pula semoga pekerjaan pembangunan ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

” Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, para jemaat dan semua pihak yang terlibat dalam memberikan kontribusi untuk pembangunan gedung Kantor Klasis Bakal Klasis GKI Sawiat ini. Kiranya Tuhan memberikan berkat bagi kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu Gubernur Provinsi Papua Barat, dalam sambutanya, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Drs. A Tawakal, memengatakan bahwa, pembangunan Kantor Klasis GKI Sawiat Kampung Klamit, Distirk Salma, Kabupaten Sorong Selatan, merupakan momentum Iman Jemaat dan Gereja, untuk mewujudkan berdirinya Kantor Klasis Sawiat yang representatif, bukan sekedar pembangunan secara fisik saja, melainkan juga membangun secara rohani, melalui Iman Jemaat dan Gereja itu sendiri, lewat persekutuan yang intim dengan Tuhan baik melalui pembacaan firman setiap hari, ibadah/ persekutuan ibadah bersama.

Peletakan batu pertama pembangunan Kator Klasis GKI Sawiat merupakan langkah awal yang baik, untuk sebuah pembangunan kantor Klasis, yang didasari dengan iman yang kuat dan selalu mengandalkan  Tuhan, serta perlu juga diimbangi dengan pembangunan iman yang kokoh, sehingga persoalan dan permasalahan yang terjadi dalam menjalani kehidupan berjemaat dan gereja dapat dihadapai dengan baik.

Menurutnya, dengan cara Tuhan pembangunan Kantor Klasis GKI Sawiat ini pasti dapat berdiri dan diselesaikan. “ Saya harapkan semangat kebersamaan jemaat dan gereja agar harus terus dijaga, terutama pembanguan iman yang kokoh perlu ditingkatkan, mengingat kehidupan dan iman kita menjadi kesaksian bagi banyak orang.”ungkapnya.

Pelaksanaan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Kantor Klasis GKI Sawiat yang baru nantinya, sangat didukung oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Untuk itu, saya mengharapkan panitia pembangunan dan seluruh warga Jemaat, agar selalu mengedepankan rasa kebersamaan, untuk saling berkerjasama agar pembangunan, yang diawali dengan peletakan batu pertama dapat selesai sesuai dengan target yang ditentukan.

Sementara Bupati kabupaten Sorong Selatan Samsudin Anggiluli, SE dalam kesempatan ini menyampaikan, Pemkab Sorsel selalu bermitra dengan semua lembaga keagamaan. Termasuk semua pembangunan Gereja, pemerintah daerah selalu memberikan perhatian. Secara khusus untuk pembangunan gedung Kantor Klasis Bakal Klasis GKI Sawiat. Pemda Sorsel juga akan menyediakan bantuan sebesar Rp. 1 Miliar di tahun 2019 ini.

Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilalui dengan ibadah bersama, pembayaran ganti rugi lahan kepada pemilik hak ulayat sebanyak Rp 250 Juta dan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Gubernur Papua Barat diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Drs. A. Tawakal, Ketua DPR PB oleh Anggota DRP PB Fraksi Otsus, Yonadap Trogea, SE, Anggota MRPB, Mesak Kombado, Bupati Sorsel, Samsudin Anggiluli, SE, Ketua DPRD Sorsel oleh Wakil Ketua I, Marthen Saflesa. (Engelberto)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *