Dinas Kehutanan Kabupaten Maybrat Tanam 880 pohon

Seni & Budaya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Maybrat,Honaipapua.com- cabang dinas kehutanan Wilayah VIII kabupaten Maybrat melakukan penaman 880 bibit tanaman pohon daerah aliran sungai (DAZ) yang dipusatkan dihalaman kantor kehutanan kumurkek, Senin (18/11/2019).

Kegiatan penanaman pohon itu mengusung Tema ” Daerah Aliran Sungai Sehat, Sejahterakan Rakyat ”

PlH Sekda Maybrat, Ferdinandus Taa SH,M.Si dalam sambutannya menyampaikan, Pohon yang kita tanam, selain untuk mengendalikan longsor, dan banjir, tetapi juga dapat menyediakan sumber air bersih di musim kemarau, maka perlu gerakan konservasi tanah, dan air melalui pembuatan embung, cekdam, sumur resapan dan biopori.

Hal ini penting agar air dari hujan, dan air limbah di sekitar kita dapat meresap ke bumi, sehingga tidak mengalir deras menjadi air permukaan yang seringkali menyebabkan banjir, erosi, dan tanah longsor.

Penanaman pohon disertai konservasi tanah, dan air sebagai sinergitas pengelolaan air vertikal, memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena tanah yang subur, dan air yang berkecukupan tidak saja baik untuk pertumbuhan pohon, tetapi juga untuk ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih.

Ditambahkan Ferdinandus Taa, mari kita membangun pemahaman kepada masyarakat agar mereka mengerti tentang pentingnya lingkungan disekitar kita, yang dapat memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi kita semua.masyarakat banyak yang belum memahami tentang hutang maka perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bisa memahami.

Sementara itu, kepala dinas kehutanan kabupaten Maybrat, Martinus Wafom S.Hut mengatakan, penanaman pohon ini dilakukan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor, Konservasi keanekaragaman hayati (biodeversity), Penyerapan karbon di atmosfir untuk pencegahan dampak perubahan iklim, serta mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

Demikian pula pemanfaatan lahan untuk budidaya pertanian, terutama pertanian lahan kering di daerah hulu, juga harus dilaksanakan dengan penuh perhitungan, mengingat bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia ini merupakan daerah aliran sungai (DAS).

Hulu DAS merupakan daerah resapan yang penting. Apabila Hulu DAS mengalami kerusakan akan memicu terjadinya banjir, erosi, dan longsor.

karena telah dikaruniai sumberdaya alam yang besar, dan mempunyai fenomena-fenomena alam yang unik. Ada dataran rendah, dataran tinggi, bergelombang, berbukit-bukit, pegunungan, cekungan, lereng yang curam.

Kekuatan Geologis yang mengakibatkan timbulnya fenomena-fenomena alami seperti itu, dibeberapa tempat telah mengangkat berbagai deposit bahan tambang ke posisi relatif dekat dengan permukaan bumi.

Maka tidak mengherankan jika di persada Bumi Pertiwi kita ini terdapat beberapa deposit tambang yang potensial, yang dapat dikelola untuk mendorong pertumbuhan industri.

Tetapi di samping keadaan yang tampak menguntungkan seperti itu, mengingat topografi yang unik, maka kebanyakan kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia rawan akan bahaya erosi, banjir, dan
tanah longsor.

Lebih-lebih bila diingat bahwa Indonesia berada di daerah tropis yang curah hujannya tinggi. Karena itu, pemanfaatan sumberdaya alam, baik hutan, tambang atau penggalian deposit kekayaan bumi lainnya, harus diselenggarakan secara hati-hati, dan bijaksana, yang berwawasan lingkungan. Hal ini penting agar tanah tidak menjadi rusak tanpa penutup vegetasi yang menjadi sarana perlindungannya.

Martinus Wafom menambahkan, penanaman pohon dilaksanakan dua tempat, yaitu, kampung Kambuaya, Distrik Ayamaru timur dan kampung Kumurkek Distrik Aifat. Penanaman pohon tersebut, melibatkan, Wakil Bupati Maybrat, PLH Sekda Maybrat, Kasdim, tokoh agama, kepala dinas Penaggulangan bencana,Siswa/i, SMA di kabupaten Maybrat.(ones)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *