Aparat Buka Paksa Aksi Pemalangan Jalan Oleh Kelompok Warga

Seni & Budaya
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TIMIKA,Honaipapua.com-Aksi pemalangan jalan yang dilakukan oleh sekelompok orang di depan kantor Satuan Lalu Lintas Timika, telah dibuka paksa oleh aparat kepolisian, Jumat (3/8).

Aksi sekelompok warga Timika yang dilakukan pada Jumat siang, dengan cara memalang jalan Budi Utomo tepatnya di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Kabupaten Mimika, akibat dari kasus laka lantas yang terjadi Kamis sore yang mengakibatkan korban bernama Markus Songgonao meninggal.

Hal itu membuat sekelompok orang yang mengatasnamakan pihak keluarga, Jumat siang tadi mendatanggi Kantor Satuan Lalu Lintas guna mepertanyaan persoal kasus laka lantas tersebut,dan saat Anggota Lalu Lintas hendak menjelaskan permasalahan tersebut, tiba-tiba sekelompok orang itu keluar dari ruangan kantor Lalu Lintas dan berlarian ke jalan dan melaluka aksi mereka dengan cara melang jalan.

Aksi pemalangan jalan itu sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Budi Utomo Timika macet yang berlangsung satu jam lebih.

Dan untuk menenangkan emosi pihak keluarga korban Markus Songgonao, aparat melakukan negosiasi guna akses jalan di buka. Kasus laka lantas yang menewaskan Korban Markus Songgonao dapat di tanggani oleh pihal lalu lintas. aparat melakukan dengan bernegosiasi kepada kelompok warga tersebut.

Namun penyampaian pihak kepolisian tidak ditanggapi oleh warga yang melakukan aksi pemalangan, membuat aparat terpaksa mengambil langka dengan melakukan tindakan pembongkaran palang dijalan Poros Budi Utomo.

Usai membongkar paksa dan membuka kembali akses jalan oleh aparat, kelompok warga yang mengatasnamakan keluarga korban Markus Songgonao kemudian di arahkan untuk di selesaikan oleh pihak keamanan dalam hal ini Satuan Lalu Lintas dengan harapan kasus tersebut di serahkan ke pihak kepolisian untuk duduk bersama pihak keluarga untuk menyelesaikan.

Usai mendengarkan penjelasan aparat satuan lalu lintas jalan, warga kemudian membubarkan diri dan akses jalan sudah kembali kondusif. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *