Timsel Komisioner KPUD Harus Perhatikan Orang Asli Papua

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorong, Honaipapua.com,- Solidaritas masyarakat Kabupaten Tambrauw meminta perhatiannya kepada Tim Seleksi (Timsel) wilayah II komisoner KPUD, untuk memprioritaskan putra asli Tambrauw, dalam proses seleksi anggota Komisioner KPUD Kabupaten Tambrauw periode 2018-2023.

Kepada jurnalis media ini, salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Tambrauw, Frangkay Hae mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan timsel II untuk mengakomodir anak-anak asli Tambrauw untuk menjadi anggota KPUD Tambrauw dengan memperhatikan keseimbangan keterwakilan suku agama, dan wilayah distrik.

“Prioritas ini merupakan bentuk proteksi dan pemberdayaan terhadap orang asli Tambrauw sesuai dengan semangat dan tujuan awal pemekaran Kabupaten Tambrauw,”ujar Frangky didampingi salah satu perwakilan mahasiswa, Abraham Yekwam Jumat (4/5) kemarin.

Lanjut Frangky, Timsel II juga harus memperhatikan aspek sosial budaya masyarakat Tambrauw dalam proses seleksi. Tujuannya, kata dia, agar peserta yang lolos dalam seleksi menjadi anggota KPUD merupakan orang asli Tambrauw yang paham tentang kondisi sosial dan budaya serta karakter masyarakat Tambrauw.

”Misalnya, jika terjadi persoalan terkait pemilu maka mereka lebih paham dan mampu menyelesaikan persoalan,”ujarnya. Selain itu, pihaknya juga meminta Timsel untuk memperhatikan keterwakilan perempuan asli Tambrauw, untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dan keanggotaa KPUD Tambrauw periode 2018-2023.

Ia menegaskan, jika imbauan kepada Timsel tidak diperhatikan maka pihaknya akan bertindak tegas kepada peserta calon seleksi komisioner KPUD yang bukan berasal dari orang asli Tambrauw.

“Hal ini pasti kami lakukan karena merasa harga diri dan hak kesulungan kami dirampas. Kami berhak untuk mengambil tindakan apa pun demi menjaga hak-hak orang asli Tambrauw, dalam setiap peluang kerja serta profesi apa pun,”tegas Frangky diiyakan perwakilan mahasiswa, Abraham Yekwam. (del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *