Tim R&B Temukan Indikasi Pelanggaran Pilkada Di Enam Distrik, KPUD Diminta Lakukan PSU

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Timika,Honaipapua.com-, Ketua Tim
pemenangan pasangan cabup cawabup nomor urut 2 Robertus Waropea dan Albert Bolang, ( R n B ) Jhon Wenehen mengatakan, berdasarkan fakta dan indikator pelanggaran yang terjadi dilapangan atau pada pelaksanaan pencoblosan pada hasil rekaman yanh dikantongi tim RnB, menginginkan pihak KPUD Mimika harus melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) khususnya di enam distrik, yakni, Distrik Mimika Baru, Distrik Wania, Distrik Kwamki Narama, Distrik Kuala Kencana, Distrik Iwaka dan Distrik Mimika Timur.

“ Mengapa kami inginkan PSU, sebab dari hasil rekaman video dilapangan diduga ada sekelompok warga tertentu yang melakukan mobilisasi massa kesetiap TPS dan diduga mencoblos pasangan tertentu dan juga ada pergerakan massa untuk melakukan pencoblosan berulang kali, “beber Jhon.

Pelanggaran lainnya, sebut Jhon, adalah dokumen C1 KWK berhologram asli yang seharusnya menjadi hak dari saksi dari masing masing pasangan calon ternyata tidak memiliki hologram yang asli, sebab saksi hanya memegang copian C1 KWK.

“ Sesuai yang diamanatkan dalam undang undang PKPU nomor 8 tahun 2018. Yang kami hanya menerima semua itu dengan asli bukan copian,” pungkas Jhon.

Pelanggaran lainnya lanjut Jhon, yakni, hampir seluruh Panitia Pemungutan Suara ditingkat TPS tidak memiliki SK sebagai penyelenggara tingkat bawah saat pencoblosan. SK tersebut baru diberikan setelah pelaksanaan rapat pleno penetapan perolehan hasil suara tingkat PPD.

“ Kinerja dari pihak penyelenggara ini menjadi bagian indikasi bahwa Pilkada khusus untuk 6 distrik tersebut harus dibatalkan demi hukum. Kami meminta agar pihak penyelenggara berlapang dada menerima kesalahan dari penyelenggara,” katanya.

Dikatakan Jhon, bahwa terlepas dari dugaan temuan yang ada, proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di wilayah Kabupaten Mimika meski sudah berjalan aman dan lancar, akan tetapi diduga telah terjadi banyak pelanggaran yang didapati dilapangan.

“ Data yang kami peroleh data internal base kami sudah ada, namun sejauh ini kami belum bisa memberitakan soal perolehan suara, karena ini bagian dari menjaga etika bagi pendidikan politik untuk seluruh warga Mimika dan juga khususnya di Provinsi Papua,”kata John didampingi tokoh maayarakat, Jumat (30/6) di Hotel Horison.

Jhon menambahkan, terkait dengan temuan yang sudah dikantongi oleh tim R n B ini sudah barang tentu sangat menggagalkan konsep hati nurani dalam berpolitik bagi rakyat Mimika untuk memperoleh seorang figur pemimpin yang baik, dan tentunya terlepas dari money politik. Apalagi, menurut informasi yang kami dengar bahwa ada salah satu Paslon telah mengklaim meyakinkan bahwa mereka sudah menang.

“ Itikad baik menjadikan Mimika sebagai contoh dalam proses Pilkada namun sangat disayangkan terjadi sekian kali ribu pelanggaran yang menurut hemat kami tidak boleh terjadi, dan indikator kecurangan paling banyak terjadi. Bagaimana kita harus memberikan pelajaran politik kepada masyarakat jika pihak penyelenggara sendiri tidak professional dalam melakukan dan mengawasi jalannya proses Pilkada yang Jujur dan adil, “tambah Jhon lagi. (tmk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *