Tiga Paslon Desak KPU Sorong Selatan Diskualifikasi Paslon Nomor 1

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sorsel,Honaipapua.com, -Paslon nomor 2 Yunus Saflembolo.SE.MTP dan Alexander Dedaida, Paslon nomor 3 (Indenpenden) Yance Salambuw dan dr.Felix Duwith, Paslon nomor 4 Pieter Kondjol dan Purn.Kompol.Madun Patty Narmawan, secara resmi sepakat mendesak KPU Sorong Selatan agar segera memberikan pernyataan resmi untuk mendiskualifikasi atau pembatalan Paslon nomor 1 sebagai Paslon yang akan ikut sebagai peserta Pilkada Sorong Selatan.

Kepada insan Pers di kota Sorong, Paslon Indenpenden Yance Salambauw, didampingi Paslon nomor 2 dan Paslon nomor 4, mengatakan, hari ini ketiga Paslon berkumpul bersama mengundang rekan media untuk menyampaikan soal tahapan Pilkada di kabupaten Sorong Selatan oleh KPU dinilai tidak benar dalam penerapan aturan.

” Permasalahan yang kami ketiga Paslon maksud adalah berkas Paslon nomor 1 yaitu, Calon Wakil Bupati Drs.Alfons Sesa.MM belum mendapat Surat Keputusan (SK) pemberhentian resmi sebagai ASN yang diserahkan kepada KPU sebagai persyaratan Paslon mendaftar hingga melewati batas waktu pendafatan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, “ungkap Yance Salamabuw seraya menambahkan bahwa kedepan pada agenda tahapan KPU Debat Kandidat putaran kedua KPU belum menindaklanjuti permasalahan yang kami anggap serius ini maka kami akan mengambil langkah hukum dan tidak ikut Debat sama seperti noment Debat pertama

Hal senada juga diutarakan oleh dr.Felix Duwith bahwa masyarakat Sorong Selatan bertanya bahwa berkas Paslon nomor 1 itu tidak sesuai dengan aturan tahapan Pilkada yang dicantumkan oleh KPU, tetapi Paslon nomor 1 hingga saat ini masih dianggap sebagai peserta Pilkada dan melakukan tahapan seperti Paslon lainnya.

” Bagaimana mungkin, Paslon yang tidak memenuhi syarat atau melanggar aturan tetapi masih diijinkan ikuti tahapan Pilkada, untuk itu, kami 3 Paslon meminta ketegasan dari KPU dan Bawaslu untuk segera bertindak tegas kepada Paslon nomor 1, “tegas dr.Felix Duwith.

Sementara Paslon nomor 4 Pieter Kondjol menambahkan, dengan adanya permasalahan yang terjadi, kinerja profesional KPU dipertanyakan, sebab dampaknya pada tahapan Pilkada Debat Kandidat ditunda. Kemudian imbasnya juga pada kami Paslon yang telah memunuhi syarat ini, tidak dapat melaksanakan tahapan kampanye yang seharusnya dilaksanakan, karena adanya permasalahan yang belum diselesaikan.

” Hal ini sangat menyita waktu kami, kami diundang katanya mau Debat hari ini tanggal 1 Desember di kota Sorong, tetapi dibatalkan lagi, “tambah Pieter lagi.

Paslon Nomor 2 Alexander Dedaida pun menyampaikan hal yang sama bahwa pada prinsipnya KPU harus mengedepankan aturan hukum yang berlaku.

” Demokrasi harus dijunjung tinggi oleh semua komponen masyarakat, apalagi lembaga yang sudah dibentuk oleh pemerintah untuk menjalankan amanah perintah undang-undang selaku pihak penyelenggara yang indenpenden, “terang Cabup Alexander Dedaida. (***)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *