Senin Besok Demokrat Siap Turun Ke Kantor DPRD

Politik
Bagikan berita ini
  • 87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    87
    Shares

KAIMANA,Honaipapua.com,- Sudah sebulan DPD Partai Denokrat melayangkan surat permohonan PAW untuk dua kader partai demokrat yang masih aktif di DPRD Kaimana, akan tetapi belum ada pengumuman yang dilakukan oleh DRPD Kaimana.

Sehingga merasa dipermainkan oleh DRPD Kaimana, maka Senin (3/8) dipastikan kader Demokrat akan mendatangi kantor DPRD untuk mempertanyakan surat PAW tersebut. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, sudah dua kali DPC Demokrat Kaimana telah bertemu dengan DPRD Kaimana.

Setelah pertemuan kedua, DPRD melalui wakil ketua DRPD Kaimana, Yance Karafey berjanji agar pengumuman PAW akan diagendakan di hari Jumat (31/8) kemarin. Namun lagi-lagi agenda pengumuman PAW ini juga belum dilakukan. Oleh karena itu, Senin (3/9) besok, DPC Demokrat akan mendatangi lagi DPRD untuk mempertanyakan pengumuman tersebut.

Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Kaimana, Patahudin ketika di konfirmasi di sekteratariat partai Demokrat di bilangan Jl. Amatu Kampung Trikora Kaimana, mengakui bahwa pihaknya sangat kecewa dengan DPRD Kaimana, karena tidak mengakomodir pengumuman PAW bagi kedua kader partai Demokrat.

” Kami merasa dipermainkan. DPRD tidak mempunyai hak dan kewenangan untuk memberhentikan anggota DRPD. Anggota DPRD hanya bisa diberhentikan oleh partai politik. Harusnya DPRD ini hanya sebagai fasilitator, dan harus sudah mengumumkan PAW ini.

” Dalam aturan sudah jelas, bahwa setelah mendapatkan surat permohonan atau pengusulan PAW ini dari partai politik, maka harus ditindaklanjuti. Tapi sudah sampai sebulan, surat ini juga belum diumumkan, “ungkapnya.

Selain itu, lanjut Patahudin, dalam PP Nomor 12 tahun 2018, sudah jelas bahwa pengumuman PAW termasuk dalam rapat paripurna untuk pengumuman. Dalam pasal 93 ayat satu dan dua sudah jelas, bahwa rapat paripurna terdiri atas rapat paripurna pengambilan keputusan dan rapat paripurna untuk pengumuman.

Dalam pasal 96 juga sudah tertulis jelas bahwa (1) setiap rapat DPRD dapat mengambil keputusan jika memenuhi kuorum. Di pasal (2) menyebutkan bahwa ketentuan dimaksud pada ayat (1) dikecualikan bagi rapat DPRD yang bersifat pengumuman.

” Jadi yang paham aturan itu harusnya mereka. Makanya kalau sudah duduk di kursi dewan itu, harus baca banyak aturan. Jangan sampai hal seperti ini disepelekan karena tidak paham dengan aturan, “ujarnya.

Sementara itu, ketua DPC Demokrat Kaimana, Fredy Thie ketika dikonfirmasi di secretariat DPC Demokrat Kaimana mengungkapkan, partai Demokrat mempunyai alasan kuat untuk meminta PAW terhadap dua kadernya yang saat ini masih aktif di DPRD Kaimana.

Pertama, Rosiana Syarif memang sudah tidak bisa sesuai dengan aturan partai. Karena yang bersangkutan maju sebagai caleg Provinsi Maluku Utara. Sehingga otomatis yang bersangkutan sudah tidak lagi sah sebagai kader demokrat. Sehingga yang bersangkutan harus berhenti dari kursi dewan.

” Dan ketika dikroscek oleh pengurus partai demokrat yang ada di Maluku Utara, ternyata nama Rosiana Syarif ini maju dari partai Gerindra. Sehingga yang bersangkutan sudah tidak punya hak lagi untuk duduk sebagai DPR aktif di DRPD Kaimana, “ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan permohonan PAW kepada Drs. Adjid Hi Kadir, dengan alasan karena yang bersangkutan sudah melanggar pakta Integritas partai demokrat ketika seseorang kader partai mau maju sebagai caleg. Dalam pakta integritas yang sudah ditandatangani yang bersangkutan ini sudah sangat jelas, bahwa pada point atau ayat ke tujuh (7), Sebagai pejabat public, saya akan mencegah dan menghindarkan diri dari perbuatan korupsi, termasuk suap, yang melawan hukum dan merugikan Negara, serta dari kejahatan narkoba, asusila dan pelanggaran berat lainnya.

” Dalam hal saya ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa atau terpidana, maka sesuai dengan kode etik partai Demokrat yang telah disahkan pada tanggal 24 Juli 2011, saya siap menerima sangsi yang dijatuhkan oleh partai, melalui dewan kehormatan partai Demokrat. Itu sudah sangat jelas dikatakan disana, “ujarnya.

Sementara pada point kedelapan pakta integritas menyebutkan bahwa; Dalam hal saya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi, atau terdakwa dan terpidana dalam kejahatan berat yang lain, saya bersedia mengundurkan diri dari jabatan saya di jajaran partai Demokrat, atau siap menerima sanksi pemberhentian dari jabatan kepartaian saya oleh Dewan Kehormatan Partai. Sehingga alasan inilah DPP Partai Demokrat mengambil keputusan untuk memberhentikan saudara Adjid Hi Kadir. Tetapi kemudian kalau prosesnya seperti ini, maka sebenarnya ada apa? Apakah kualitas anggota dewan ini baik atau tidak? Kalau mereka pahami aturan, saya pikir prosesnya tidak akan selama ini,” ujarnya.

Fredy Thie juga berharap agar DPRD Kaimana harus bisa menjaga keredibilitas dan menjaga kehormatan lembaga DPRD Kaimana. Karena dengan molornya pengumuman PAW ini, maka masyarakat sudah bisa menilai, kemampuan dan kualitas anggota DPRD Kaimana.

” Sangat disayangkan, kenapa sampai saat ini prosesnya masih belum dilakukan. Padahal dari sisi aturan sudah sangat jelas. DPRD sebagai lembaga yang terhormat ini, harus bisa menjaga itu. Jangan sampai anggotanya sendiri yang membusukkan nama lembaga ini. Dalam hal pengumuman PAW ini kan urusan partai politik. Sehingga kami berharap jangan sampai ada pihak lain juga yang bermain terkait dengan proses pengumuman PAW ini. Karena kami akan tetap ikuti dan kami akan tempuh jalur hukum, kalau memang itu diperlukan, ” pungkasnya.

Sementara itu, terkait dengan proses penanganan kasus dugaan bansos haji Kaimana, saat ini pihak penyidik Polres Kaimana masih lakukan pemenuhan berkas terhadap dua tersangka yaitu, ARS dan AHK yang adalah anggota dewan DPRD Kabupaten Kaimana dari partai Demokrat.

“Kami masih lengkapi berkas, dua tersangka yaitu ARS dan AHK. Kami sampai saat ini masih menunggu salinan putusan sidang terhadap dua tersangka lainnya yang sudah disidangkan di Tipikor Manokwari. Karena petunjuk terakhir kejaksaan hanya itu saja, yaitu putusan terhadap agen tavel itu, ” ungkap Kasat Reskrim Polres Kaimana, AKP.Indra Feradinata, SH, SIK ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Minggu (2/9). (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *