RISMA: ‘Saya Bukan Bonekanya Matias Mairuma, Tetapi Boneka OPPO’

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com Hal yang menarik yang bisa diambil dari kampanye RISMA di posko Kompleks Pasar (Kompas) adalah tidak boleh menghujat atau menzolimi orang lain karena kepentingan Pilkada.

RISMA Saat Tiba di lokasi Kampanye, Kompas

Hal ini disampaikan sendiri oleh calon bupati dari nomor urut 2, Rita Teurupun, S.Sos, yang juga pernah meraih penghargaan Sekda terbaik se-Papua Barat, ketika melaksanakan kampanye terbatas di depan Toko Sumatera, Kamis (8/10, kepada seluruh massa simpatisan RISMA yang ada di kompleks ini.

Berbeda dari kampanye-kampanye sebelumnya, nampak aturan kursi di bawah tenda mengikuti anjuran protokol kesehatan. Begitu juga dengan seluruh massa simpatisan yang ada di bawah tenda, rata-rata menggunakan masker. Hal ini dilakukan sejak Pokja Penanganan Pelanggaran Protokol Kesehatan dibentuk sert, dengan adanya himbauan dari Bawaslu Kaimana beberapa waktu yang lalu kepada masing-masing tim kampanye pasangan calon.

Nampak sebelum memasuki pelataran panggung orasi, RISMA terlebih dahulu mencuci tangan bersama rombongan, lalu diarak masuk ke dalam tenda kampanye. Menariknya lagi, bahwa kegiatan kampanye di kompas ini dibuka dengan alunan ayat suci alquran.
Dalam kampanye terbatas ini, RISMA menegaskan bahwa hanya karena kampanye lalu menghujat orang, itu tidak dibenarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Hanya karena politik lalu mulai menghina dan menzolimi orang lain. “Itu tidak dibenarkan, karena politik lalu kita mulai menghina orang, menzolimi orang. Yang harus kita jaga bersama adalah tali silaturahmi tetap terwujud,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan dalam nada bercanda bahwa sempat ada orang yang menyebutkan dirinya boneka. “Saya tidak tahu dari mana, tetapi ada yang mengatakan bahwa saya ini bonekanya pak Matias. Itu tidak benar. Selama saya menjabat sebagai sekda, saya juga loyal kepada atasan saya. Apakah itu salah. Kenapa sampai ada yang mengatakan bahwa saya ini boneka. Mulai malam ini, dihadapan seluruh relawan kompas dan masyarakat pasar baru, bahwa saya bukan bonekanya Matias Mairuma. Saya berani maju, karena saya pertaruhkan jabatan dan hidup saya hanya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saya akan wakafkan diri saya untuk bersama-sama dengan masyarakat, untuk membangun Kabupaten Kaimana ini ke depan,” ujarnya.

Dengan nada kelakar, mantan sekda ini juga mengilustrasikan dirinya akan benar-benar menjadi boneka, tetapi boneka OPPO, yang leluasa bisa bergerak ke sana ke mari, tanpa perintah dari orang lain.

“Saya siap menjadi boneka, tetapi boneka oppo. Biar semua tahu bahwa boneka OPPO inilah yang setiap hari bergerak ke sana ke mari tanpa diperintah. Saya akan buktikan bahwa saya tidak bekerja atas tuntutan atau perintah seseorang. Siapa yang mau kalau hanya duduk di meja lalu diatur oleh orang lain,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa, dua permintaan warga pasar yang akan ditempati RISMA adalah, air bersih dan juga pemberdayaan pemuda pasar baru. “Insya Allah, janji harus ditepati. Tinggal bagaimana saudara sekalian mendoakan kami berdua, dan Insya Allah, kami akan diberikan kesehatan, kekuatan, diberikan kemampuan untuk melihat persoalan warga kompleks pasar yang saat ini merintih, karena bertahun-tahun air tidak megnalir. Pipa sudah ada disitu, tetapi airnya belum mengalir. Kami lagi mencari dan meneslusuri air yang sudah ada. Tinggal kita bereskan dia, kita tata baik dia, tinggal kita alirkan karena mereka sudah datang untuk membuktikan bahaw mereka mencintai RISMA. Tiga permintaan dari kompleks pasar, akami kami putuskan dans udah masuk dalam misi kami, serta program kami adalah menyalurkan pipa air bersih,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *