RISMA: ‘Mau Perubahan Tapi Tolak APBD. Satu Hal yang Kontradiktif’

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kaimana,Honaipapua.com, -Genderang perang pertarungan politik khususnya Pikada di Kabupaten Kaimana sudah mulai ditabuh sejak beberapa waktu yang lalu. Masing-masing pasangan calon, sudah mulai menawarkan dan menyampaikan visi dan misi mereka disetiap kegiatan kampanye pertemuan terbatas di masyarakat. Program kegiatan yang akan dilakukan ketika terpilih, juga diselipkan dalam setiap kegiatan kampanye.

Simon Fofid Ketika Berorasi di Pasir Lombo Kampung Trikora

Saling adu gagasan dan adu argumen juga menghiasi kampanye setiap pasangan calon, dengan harapan agar bisa mendapatkan massa simpatisan yang akan memberikan dukungan pada paslon tersebut. Tidak jarang juga, apa yang disampaikan oleh tim kampanye dibantah dan diluruskan oleh tim pasangan lainnya.

Seperti yang disampaikan oleh Tim Kampanye RISMA di Kampung Marsi dan juga di Pasir Lombo bahwa, perubahan yang didengungkan oleh pasangan lainnya, tidak sinkron dengan apa yang terjadi kemarin di DPRD Kaimana. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Charlie Richart E. Maipauw ketika berorasi di Kampung Marsi beberapa waktu yang lalu.

“Dong disebelah bilang, perubahan itu harga mati. Sekedar untuk memberitahukan ke bapak ibu semua bahwa, di beberapa bulan yang lalu, kami di DPRD ada dua fraksi yang tolak APBD kita saat pembahasan. Mau perubahan tapi tolak APBD. Bagaimana itu. Koar-koar bilang memihak kepada masyarakat, tapi APBD sendiri di tolak. Lalu perubahan seperti apa, atau memihak kepada masyarakat dimana?” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD II Nasdem Kabupaten Kaimana, Simon Fofid, yang juga masuk dalam tim sukses pasangan nomor urut 2, RISMA, pada saat kampanye RISMA di RT 5 Pasir Lombo, bahwa apa yang didengungkan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. “Inginkan perubahan, tapi tolak APBD. Ini satu hal yang kontradiktif. Satu hal yang saling membelakangi. Sangat berbeda ketika kita kaitkan dengan semboyan perubahan yang didengungkan selama ini. Dimana hati nuraninya, kalau sudah menolak APBD?” ungkapnya.

Fofid juga menjelaskan bahwa informasi-informasi yang beredar di masyarakat saat ini sangat jauh berbeda dengan fakta-fakta yang terjadi selama ini, sehingga Tim RISMA merasa penting untuk meluruskan informasi tersebut.

“ Selama ini kami terus mendengar informasi, atau isu-isu yang sengaja dilemparkan kepada masyarakat untuk kepentingan tertentu. Tidak semua isu dan informasi itu betul. Oleh karena itu, kami kami harus meluruskan bahwa informasi yang beredar dimasyarakat itu, semuanya tidak benar. Sehingga kami juga berharap agar masyarakat ketika mendengar informasi atau isu yang berkembang, harus di pahami dengan baik. Jangan sampai informasi tersebut hanya untuk membentuk opini di masyarakat dan membenarkan informasi yang sebenarnya itu salah atau tidak benar,” pungkasnya. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *