Pertama Di Papua, Kampung Wafor Supiori Timur Launching Kampung Pengawasan Pilkada

Politik
Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SUPIORI – Demi mewujudkan pesta demokrasi yang yang bersih dan berkualitas, Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar,SH, LL.M PhD melaunching Kampung Wafor Distrik Supiori Timur, sebagai Kampung Pengawasan Partisipatif Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020, sabtu (8/8/2020). Pasalnya, pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) hendaknya dilakukan oleh seluruh masyarakat.

Launching tersebut disambut sangat meriah oleh masyarakat, pasalnya Anggota Bawaslu RI bersama stafnya dan Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Metusalak Infandi,SH bersama Anggota Bawaslu Papua disambut dengan tarian selamat datang dan diberikan kalung penghargaan selamat datang juga oleh masyarakat kampung tersebut.

“Kampung Wafor ini merupakan Kampung Pertama di Provinsi Papua yang melaunching Kampung Pengawasan Partisipatif. Saya juga sangat terkesan dan berterima kasih sudah disambut sangat meriah oleh masyarakat setempat. Ini membuktikan bahwa benar Kampung ini memiliki apresiasi yang tinggi untuk mensukseskan Pemilu yang bersih dan berkualitas di Supiori. Kami juga sudah menandatangani MOU,”katanya kepada Wartawan.

Ia mengatakan, MOU yang dimaksud yakni masyarakat bersama Kepala Kampung, Kepala Distrik tersebut siap bersinergitas bersama Bawaslu. Pasalnya, setiap kampung di wilayah Papua memiliki kendala Pemilu yang berbeda-beda. Ia memberikan contoh seperti, Tapal Batal dan kampung yang sulit dijangkau.

“Dalam hal ini, Kabupaten Supiori memiliki salah satu Kampung yang berada di pulau terluar dan sangat sulit dijangkau. Tentu, hal ini pun menjadi salah satu kendala Pengawasan. Oleh sebab itu, kami perlu partisipatif masyarakat untuk terlibat mengawasi semua tahapan Pemilu di Kabupaten Supiori, dan di Provinsi Papua,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Supiori, Jani Herik Prawar,SH menjelaskan bahwa Kampung itu terpilih sebagai kampung pengawasan partisipatif pertama di Papua, karena tercatat memiliki antusias tinggi di setiap pesta demokrasi di Kabupaten itu. Bahkan, kampung itu memiliki destinasi wisata yang indah dan kerap dikunjungi oleh wisatawan internasional.

“Karena, ini kita bukan hanya launching, tapi nantinya akan dilanjutkan dengan memberikan edukasi pendidikan berdemokrasi, seperti memahami tahapan, larangan dan sanksi. Kami memilih kampung ini karena kampung ini sangat aktif berperan dalam pengawasan di setiap pemilu. Bisa dilihat juga, bahwa kampung itu memiliki keindahan pantai yang indah. Sehingga kami memilih kampung itu, sekaligus mempromosikan keindahan pantai yang di jaga oleh masyarakat,”jelasnya.

Dari sisi lain, Kepala Kampung Wafor Christmas Sauyas berterima kasih kepada Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Papua dan Bawaslu Supiori yang sudah memilih kampungnya sebagai Kampung yang pertama kali di launching sebagai Kampung Pengawasan Partisipatif di Provinsi Papua. Pasalnya, dengan launching tersebut masyarakat dapat memiliki tambahan edukasi tentang pentingnya hak suara dan tidak terlibat money politik.

“Saya berterima kasih kepada Bawaslu yang menggelar launching ini di kampung kami. Kami masyarakat kampung Wafor sangat senang, karena baru kali kami mendapat kunjungan dari pusat dan dapat melibatkan kami seluruh masyarakat untuk kegiatan ini,”imbuhnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *